Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Cerita Perempuan Pembuat Batu Bata di Bengkulu Selatan, Sehari Bisa Cetak 500 Batu Bata

Kisah perempuan pembuat batu bata di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Yunike Karolina
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
Siti, pembuat batu bata merah di Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, mampu cetak 500 batu bata dalam sehari. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Cerita perempuan pembuat batu bata di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Salah satu pembuat batu bata di Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna, Bengkulu Selatan adalah Siti (49).

Siti menekuni usaha pembuatan batu bata sudah puluhan tahun, yang diwarisi turun temurun dari kakek neneknya.

“Jadi sudah puluhan tahun, sudah lama sekali tidak ingat lagi. Tapi ini sejak nenek kami dari dulunya sudah membuat batu bata merah ini dan juga mayoritas usaha di sini membuat batu bata merah,” kata Siti saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (23/1/2025).

Adapun pembuatan batu bata merah ini menjalani beberapa tahap dan proses, dengan bahan utamanya tanah.

Tanah liat ini sebelum dibuat menjadi batu bata merah diambil terlebih dahulu dengan menggunakan alat berat jenis eksavator.

Setelah diambil dan dipastikan tanah liat ini bagus dan sudah siap untuk diolah menjadi batu bata, tahap pertama dilakukan penggulungan sebelumnya dilakukan pencetakan.

Ketika semuanya berhasil digulung, akan dilakukan pencetakan satu persatu pada batu bata merah. 

Pencetakan sendiri selain menggunakan alat pencetak juga diperlukan pasir agar adonan tidak terlalu lembek dan hasilnya akan terlihat bagus.

“Kita melakukan pencetakan ini sehari itu sebanyak 500 buah dan selesai dilakukan pencetakan kita tinggal menunggu pengeringan sekitar seminggu hingga dua minggu lamanya tergantung dengan kondisi cuaca,” jelas Siti.

Selanjutnya setelah batu bata kering, dilakukan proses pemanggangan.

Terlebih dulu Siti bersama teman-teman kerjanya akan melakukan proses penyusunan batu bata merah di tungku pemanggangan.

“Biasanya kita susun dulu ini batu bata merah yang sudah kering. Ada sebanyak 10 ribu batu bata merah setiap kali dilakukan pemanggangan dan proses ini memakan waktu kurang lebih selama dua hari sampai batu bata bata merah benar-benar masak sempurna,” beber Siti.

Siti menambahkan, selama proses pemanggangan ini juga api tidak boleh padam sehingga saat malam hari akan dijaga apinya agar tidak padam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved