Kamis, 4 Juni 2026

Mayat dalam Koper di Ngawi

Lokasi Uswatun Dicekik dan Dimutilasi kekasihnya, Bermula dari Hotel di Kediri 

Lokasi Uswatun Khasanah dicekik dan dimutilasi yang diduga oleh kekasihnya sendiri. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Tribunsumsel/Twitter
Foto pelaku (Kiri) dan Uswatun (Kanan). Lokasi Uswatun Dicekik dan Dimutilasi kekasihnya, Bermula dari Hotel di Kediri  

Sebelumnya, Nur Khalim sang ayah menegaskan Uswatun Khasanah tidak memiliki musuh.

Kendati begitu, ia meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Saya minta bantuan agar pelaku kejahatan (terhadap anak saya) itu bisa ditangkap. Biar diadili dan dihukum sesuai perbuatannya," tegasnya.

Curhatan Uswatun 

Sebelum ditemukan tewas diduga dicekik, Uswatun, warga asal Blitar meninggalkan pesan pilu. 

Ia seolah-olah mengetahui bahwa bakal pergi untuk selama-lamanya. 

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pelaku pembunuhan Uswatun. 

Jasad wanita 29 tahun ini ditemukan tak utuh, tanpa kepala.

Di samping itu, Uswatun sempat curhat pilu: 

"Nanti kamu bakal merasakan berharganya seseorang, ketika kamu mencarinya tapi gak lagi menemukannya.  

Nanti kamu akan sadar udah kehilangan saat apa yang kamu genggam kemarin benar-benar pergi. 

Yang tulus gak akan kedua kali, walaupun kamu menemukan yang baru pasti gak akan sama yang dulu lagi," tulis Uswatun di media sosialnya pada awal tahun 2024 silam, jauh sebelum ditemukan tewas dalam koper. 

Ia juga sempat menulis pesan untuk kedua anaknya. 

"Ya Allah kutitipkan segala urusan anakku kepada-Mu. Kesehatan, rezeki, masa depan, hati, akhlak, kebahagiaan dan agamanya. Ya Allah berikan takdir terbaik untuk anakku, wujudkan harapan dan mimpinya di waktu yang tepat.  

Lindungilah setiap langkahnya, jagalah dari ujung rambut sampai ujung kakinya dan wakafkan dia dalam ilmu akhirat agar kelak bisa menjemputku di pintu surga-Mu. Hasbunallah wanik'mal wakil," tulisnya.

Kronologi Penemuan Mayat Uswatun 

Mayat wanita tersebut ditemukan di dalam koper yang terbungkus bed cover krem di sebuah selokan, dalam kondisi tanpa busana.

Penemuan pertama kali dilakukan oleh Yusuf Ali (35), warga setempat, sekitar pukul 09.30 WIB. Awalnya, koper itu dikira paket berisi barang berharga. Namun, setelah diangkat, berat koper terasa tidak biasa sehingga memunculkan kecurigaan.

Koper tersebut tampak seperti paket bertanda "fragile" dengan selimut terlihat menyembul dari celah yang tidak tertutup rapat. Setelah mencurigai isi koper, Yusuf melapor ke perangkat desa.

Kepala Desa Dadapan, Andik Bangga Satria, segera menghubungi pihak Polsek. Namun, petugas Polsek yang tiba di lokasi tidak berani membuka koper dan melibatkan Polres Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah koper dibuka oleh petugas Polres Ngawi, ditemukan bagian tubuh manusia yang diduga seorang perempuan. Mayat ditemukan dalam posisi tengkurap, tanpa busana, dengan sepatu wanita turut berada di dalam koper.

Kepala desa memastikan korban bukan warganya, sebab tidak ada laporan warga hilang di wilayah tersebut. Identitas korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved