Kamis, 28 Mei 2026

Harga Bahan Pokok di Bengkulu

Harga Sembako di Kepahiang Bengkulu, Cabai-Bawang Masih Mahal

Beberapa barang sembako di Kepahiang terpantau masih stabil dan cukup terjangkau di Kepahiang Bengkulu pada Minggu (2/2/2025) siang.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
HARGA SEMBAKO - Harga tahu dan tempe masih stabil dan murah di Pasar Rakyat Kepahiang, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Minggu (2/2/2025). Meski demikian, harga sembako lain seperti bawang dan cabai masih mahal. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Harga sejumlah sembako di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu terpantau stabil dan relatif terjangkau, Minggu (2/2/2025) siang.

Seperti terpantau di Pasar Rakyat Harian Kepahiang, harga tahu dan tempe masih yang paling murah.

Tahu untuk ukuran plastik kecil dihargai Rp 5 ribu per bungkus, dengan isian 10 buah potongan kecil.

Sementara, tempe ada yang dihargai Rp 5 ribu untuk satu batang besar, dan Rp 10 ribu untuk tiga tempe ukuran batang sedang.

"Untuk stok masih aman, sehingga harga juga aman," kata salah satu pedagang, Edi kepada TribunBengkulu.com.

Harga sembako lain yang juga masih stabil adalah beras. Per cupak, tergantung varian, harga beras kini ada di angka Rp 21 ribu hingga Rp 25 ribu.

Sementara, harga sembako yang masih tinggi ada di cabai dan bawang, baik bawang merah atau bawang putih.

Bawang merah, kini ada di harga Rp 40 ribu per kilogram, dan bawang putih ada di harga Rp 45 ribu, per kilogram.

Sementara, untuk cabai merah, kini masih ada di harga Rp 60 ribu, per kilogram.

"Stok dari petani kita masih sedikit, sehingga barangnya masih mahal. Bawang merah itu sebenarnya sudah agak turun Rp 2 ribu," ujar salah satu pedagang, Nau.

Imbas harga bawang dan cabai yang mahal, pedagang mengatakan pembeli biasanya tidak akan mengambil dalam jumlah banyak.

Rata-rata, mereka akan membeli seperempat, atau mencukupkan uang Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu.

"Karena harga mahal, mungkin pembeli menahan diri beli banyak-banyak," ungkap Nau.

Baca juga: Larangan Jual LPG 3 Kilogram Tingkat Pengecer, Ini Kata Pedagang Warung di Kepahiang Bengkulu

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved