Dewan Kito
Reaksi DPRD Kepahiang Bengkulu, APBD Minim, Dana Transfer Pusat Dipotong
Anggota Banggar DPRD Kepahiang, Andrian Defandra mengatakan dirinya menyayangkan adanya pemotongan transfer pusat ke Kepahiang.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu soal pemotongan dana transfer dari pusat.
Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Bengkulu sekaligus anggota Banggar DPRD Kepahiang, Andrian Defandra menyayangkan adanya pemotongan transfer pusat ke Kepahiang.
Meski belum melihat surat resmi pemotongan ini, menurut Andrian, sebagai daerah yang masih sangat tergantung ke dana dari transfer pusat, Andrian mengatakan dana ini sangat dibutuhkan.
Apalagi, APBD Kepahiang termasuk kecil dan sangat minim, sehingga pasti akan terdampak ke pembangunan yang ada.
"Walau kita patuh, tapi ini sangat kita sayangkan, kalau Kepahiang juga terkena pemotongan anggaran," kata Andrian kepada TribunBengkulu.com, Jumat (7/2/2025).
Untuk tindak lanjut dan rasionalisasi akibat pemotongan ini, Andrian meminta Bupati Kepahiang segera mengirimkan surat ke pimpinan DPRD Kepahiang.
Nantinya, apa saja anggaran yang akan terpotong, dan bagaimana teknis rasionalisasi yang dilakukan akan dibahas di Badan Anggaran (Banggar).
"Pasti akan kita jalankan, bersama-sama bupati dan jajaran," ujar Andrian.
Sebelumnya, Bupati Kepahiang Bengkulu, Hidayattullah Sjahid mengatakan alokasi transfer pusat ke Kepahiang terkena pemangkasan sebesar Rp 71 miliar pada tahun 2025 ini.
Akibat pemotongan ini, Hidayat mengatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Keuangan (Banggar) di DPRD Kepahiang harus melakukan rasionalisasi di beberapa pos anggaran.
Anggaran yang harus dirasionalisasi ini mulai dari perjalanan dinas, hingga pembangunan fisik.
Selain itu, beberapa kegiatan lain seperti kegiatan-kegiatan seremonial juga ikut terdampak, seperti hari ulang tahun dan upacara-upacara peringatan.
"Saya sudah minta TAPD dan Banggar DPRD untuk duduk bersama. Mudah-mudahan dapat solusi dengan pemerintahan baru yang akan datang," kata Hidayat kepada TribunBengkulu.com, Jumat (7/2/2025).
Selain perjalanan dinas dan acara seremonial, anggaran lain yang juga harus terpotong adalah pembangunan jalan di Kabawetan, yang menuju ke waterpark.
Anggaran senilai Rp 35 miliar ini terpaksa harus batal, dan tidak dilanjutkan pada tahun ini.
Baca juga: Pemkab Kepahiang Bengkulu Siapkan Anggaran THR dan Gaji 13, Pencairan Tunggu Juknis
| Ketua DPRD Bengkulu Tengah Geram, Dapati ASN Hanya Absen Saja tapi Terima Tunjangan Kinerja |
|
|---|
| Ketua DPRD Bengkulu Tengah Fepi Suheri Minta PT RAA Segera Bayar Tunggakan Pajak |
|
|---|
| Waka I DPRD Mukomuko Bengkulu Tampung Keluhan Guru soal Absensi Online-Iuran ke Dikbud |
|
|---|
| Ketua DPRD Bengkulu Utara Dukung Gerakan Pangan Murah Untuk Bantu Masyarakat |
|
|---|
| DPRD Bengkulu Utara Dukung 40 Program Prioritas Hasil Musrembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Anggota-Banggar-DPRD-Kepahiang-Andrian-Defandra.jpg)