Selasa, 28 April 2026

Berita Bengkulu Utara

Dinas PPPA Prihatin Heboh 2 Kasus Asusila di Bengkulu Utara, Ada Pedofil & Pelajar Setubuhi Pacarnya

Kepala DPPPA Bengkulu Utara Solita Meida menanggapai terkait kasus Asusila terhadap anak dibawah umur di Bengkulu Utara pada Senin (17/2/2025). 

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M. Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
KASUS ASUSILA - Kepala DPPPA Bengkulu Utara Solita Meida saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (17/2/2025). Meida mengaku prihatin terkait kasus Asusila terhadap anak di bawah umur di Bengkulu Utara 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Bengkulu Utara Solita Meida menanggapai terkait kasus asusila terhadap anak di bawah umur di Bengkulu Utara yang terjadi sepekan terakhir.

Terdapat dua kasus asusila yang baru terjadi pada minggu kedua Februari 2025 tersebut yakni pemilik salon berinisial As (29) cabuli remaja dibawah umur usia 14 tahun dan pelajar SMA berinisial FTP (17) di Bengkulu Utara setubuhi pacaranya yang juga masih dibawah umur berusia 15 tahun. 

"Berdasarkan hasil visum kesehatan korban pelajar SMA tersebut ia membenarkan bahwa ditemukan adanya persetubuhan anak di bawah umur," ucap Solita, Senin (17/2/2025).

Sementara hasil visum kesehatan korban pencabulan pemilik salon terhadap remaja pria di bawah umur  hanya ditemukan adanya tindak pencabulan yang dilakukan pemilik salon. 

"Kasus pedofilia ini belum sampai ke persetubuhan," ujar Solita. 

Baca juga: Tampang Pemilik Salon yang Cabuli Remaja Sesama Jenis di Bengkulu Utara, Kini Tertunduk Lesu

Namun dari kedua kasus asusila tersebut ia menerangkan, belum menerima hasil visum psikologi kedua korban. 

"Kita belum menerima hasil psikolog korban, namun dipastikan tentu adanya pengaruh terhadap psikis korban yang mengalami tindak asusila tersebut," terang Solita. 

Ke depan pihaknya masih tetap akan melakukan pendampingan terhadap kedua korban yang mengalami tindak asusila tersebut. 

"Tetap kami dampingi seperti apa perubahan prilakunya, sekolahnya, dan hubungannya dengan lingkungan disekitarnya pasca kejadian," jelas Solita. 

Pihakbya sangat prihatin atas kasus yang terjadi terhadap anak di bawah umur di Bengkulu Utara 

"Kami sangat prihatin tentang bagaimana perkembangan anak-anak kedepannya selaku generasi penerus, apa lagi adanya wacana generasi emas kedepannya, tapi jika melihat kejadian, prilaku dan tindakan faktanya seperti sekarang saya khawatir," jelas Solita. 

Baca juga: Modus Pelajar SMA di Bengkulu Utara Setubuhi Pacar, Bujuk Rayu hingga Janji Bertanggungjawab

Ditambahkannya juga bahwa kejadian seperti ini merupakan tanggung jawab kita bersama. 

"Menanggapi seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kita, tetapi juga tanggung jawab keluarga, masyarakat, lingkungan dan pemerintah," kata Solita. 

Harapan kedepannya permasalahan seperti ini dapat segera terselesaikan bersama sehingga impian generasi emas dapat tercapai.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved