Minggu, 3 Mei 2026

Kalender 2025

Kalender Februari 2025 : 18 Februari Memperingati Hari Apa? Beragam Peringatan Penting

Kalender Februari 2025 : 18 Februari Memperingati Hari Apa? Beragam Peringatan Penting

Tayang:
Penulis: Dwi Wulandari | Editor: M Syah Beni
Tangkapan Layar Situs Kementerian Agama RI
KALENDER FEBRUARI 2025 - Tangkapan layar kalender tahun 2025 yang diambil dari situs Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (18/02/2025). Tanggal 18 Februari menjadi saksi dari sejumlah peristiwa bersejarah yang diingat dan diperingati setiap tahunnya, baik di Indonesia maupun dunia. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kalender Februari 2025 : 18 Februari Memperingati Hari Apa? Beragam Peringatan Penting

 

Pada kalender Masehi, tanggal 18 Februari 2025 jatuh pada hari Selasa. Setiap hari di kalender selalu ada momen atau peristiwa yang diperingati, baik itu secara nasional maupun internasional. 

Tanggal 18 Februari menjadi saksi dari sejumlah peristiwa bersejarah yang diingat dan diperingati setiap tahunnya, baik di Indonesia maupun dunia. 

Dari kemerdekaan Gambia yang menandai kebebasan bangsa Afrika itu, hingga penemuan planet Pluto yang mengubah pandangan kita tentang tata surya, berbagai momen penting ini memberikan banyak pelajaran dan refleksi. 

Tidak hanya itu, hari ini juga memperingati kontribusi besar ilmuwan seperti Alessandro Volta dalam pengembangan teknologi baterai yang memudahkan kehidupan kita sehari-hari. 

Berikut beberapa peristiwa atau peringatan yang terjadi pada tanggal tersebut, beserta penjelasan singkatnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

 

1. Hari Kemerdekaan Gambia

Setiap tanggal 18 Februari, Gambia merayakan Hari Kemerdekaannya. 

Gambia, yang terletak di benua Afrika, memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya pada 18 Februari 1965 setelah berabad-abad dijajah dan dieksploitasi. 

Setelah kemerdekaan, Gambia bergabung dalam Persemakmuran hingga menarik diri pada Oktober 2013.

Sejarah Gambia terkait dengan perdagangan budak, yang menjadi faktor penting dalam pendirian koloni di Sungai Gambia oleh Portugis dan kemudian Britania. 

Sejak merdeka, Gambia mengalami masa stabil, meskipun sempat mengalami kediktatoran militer singkat pada 1994.

Pada awalnya, Gambia menjadi monarki konstitusional dengan Elizabeth II sebagai Ratu yang kekuasaannya diwakili oleh Gubernur Jenderal. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved