Minggu, 7 Juni 2026

BBM Satu Harga Tahun 2027, Luhut Isyaratkan Pertalite dan Biosolar Tak Lagi Disubsidi

BBM satu harga disinyalir akan mulai diterapkan pada tahun 2027 menyusul pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan

Tayang:
KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU
LUHUT BINSAR PANJAITAN - BBM satu harga disinyalir akan mulai diterapkan pada tahun 2027 menyusul pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengisyarakat BBM Subsidi akan dihapus. (KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU) 

TRIBUNBENGKULU.COM -Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga disinyalir akan mulai diterapkan pada tahun 2027 menyusul pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat acara Economic Outlook 2025 di The Energy Building, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Luhut Binsar Panjaitan  mengatakan, subsidi dari negara seharusnya diberikan kepada perorangan yang membutuhkan atau berbasis penerima bukan kepada komoditas barang seperti BBM. 

"Pada akhirnya, saya berpikir dan menyampaikan kepada Presiden bahwa dalam dua tahun ke depan, kita mungkin bisa mencapai harga tunggal, tanpa subsidi untuk bahan bakar," ujar Luhut saat acara Economic Outlook 2025 di The Energy Building, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Itu artinya, pemerintah akan menerapkan BBM Satu Harga mulai 2027.

Dalam penerapannya, pemerintah akan memanfaatkan teknologi dari kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan di dalam negeri. 

Teknologi ini memungkinkan kendaraan dapat diidentifikasi apakah menjadi penerima subsidi atau bukan. 

"Dengan kecerdasan buatan (AI), kita bisa mengidentifikasi kendaraan mana yang berhak mendapatkan jenis bahan bakar tertentu."

"Pemerintah juga terus memperbaiki teknologi ini, yang dikembangkan oleh lebih dari 300 anak muda Indonesia," ungkapnya. 

Luhut bilang, dengan diterapkannya penyaluran subsidi berbasis penerima maka anggaran negara dapat dihemat hingga miliaran dollar AS. 

Tidak hanya itu, subidi yang disalurkan juga bisa lebih tepat sasaran.

Bisa hemat Rp 90 triliun per tahun 

Sebelumnya ketika masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut sempat menyebut, penyaluran BBM subsidi dengan memanfaatkan teknologi AI dapat menghemat uang negara hingga Rp 90 triliun per tahun.

Dengan penghematan ini, alokasi subsidi BBM bisa dialihkan untuk program lain yang tak kalah penting misalnya untuk pendidikan atau industri. 

"Itu kita bisa menghemat bertahap sampai Rp 90 triliun per tahun," ujarnya dalam Indonesia International Sustainability Forum 2024 di Jakarta Convention Center, Kamis (5/9/2024).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved