Minggu, 19 April 2026

Prabowo Dorong BBM Etanol, Pertalite dan Pertamax Bisa Tergeser: Kita Bisa Mandiri 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta agar pengembangan etanol diteruskan secara konsisten.

|
Editor: Rita Lismini
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita
STOK BBM - Suasana antrian BBM di SPBU Ibul Manna Bengkulu Selatan, Sabtu (7/3/2026). Pengawas SPBU pastikan stok aman, mintak masyarakat tidak panik buying. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah dorong kemandirian bahan bakar, menyentuh pertanian hingga teknologi kendaraan.
  • Presiden Prabowo Subianto minta pengembangan etanol diteruskan untuk menggantikan Pertalite dan Pertamax.
  • Skema E20 menuju E100 dengan mesin fleksibel (FFV) bertujuan agar kita bisa mandiri.
  • Etanol dari sumber daya lokal, seperti molases/tetes tebu, dikelola BUMN perkebunan.
  • Implementasi E20 ditargetkan 2028, sebagai strategi menekan impor dan memperkuat kemandirian energi nasional.

TRIBUNBENGKULU.COM - Di tengah tekanan impor energi yang masih tinggi, pemerintah mulai mengambil langkah besar menuju kemandirian bahan bakar.

Upaya ini menyentuh sektor pertanian hingga teknologi kendaraan, menciptakan ekosistem energi baru berbasis sumber daya dalam negeri.

Dorongan Presiden untuk Energi Berbasis Etanol

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta agar pengembangan etanol diteruskan secara konsisten.

Program ini ditargetkan mampu menggantikan bensin konvensional seperti Pertalite dan Pertamax.

“Arahan Bapak Presiden ini nggak boleh putus. Jika konsisten 10 tahun, kita bisa mandiri (tidak impor),” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Skema E20 Menuju E100

Pemerintah menargetkan penggunaan campuran etanol 20 persen atau E20 pada bensin, yang artinya 20 persen etanol berbasis nabati dan 80 persen bensin fosil.

Ke depannya, pengembangan diarahkan hingga mencapai E100, yaitu etanol murni 100 persen sebagai bahan bakar.

Amran menjelaskan bahwa teknologi kendaraan saat ini sudah mendukung mesin fleksibel (Flexible Fuel Vehicle/FFV), yang bisa menggunakan bahan bakar campuran etanol mulai dari 20 persen hingga 100 persen.

Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Etanol diproduksi dari molases atau tetes tebu dalam negeri, produk sampingan industri gula yang sebelumnya banyak diekspor.

Untuk mendukung program ini, BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara akan dilibatkan sebagai pengelola bahan baku utama.

Strategi Tekan Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa implementasi E20 ditargetkan mulai 2028, sebagai bagian dari upaya menekan impor bensin yang saat ini masih besar.

“Kami akan mendorong yang namanya etanol, E20 pada 2028,” ujar Bahlil.

Dari Ketahanan Pangan ke Kemandirian Energi

Pemerintah menilai pengembangan etanol sebagai kelanjutan dari keberhasilan sektor pangan.

Setelah fokus pada ketahanan pangan, langkah berikutnya adalah memperluas ke sektor energi berbasis pertanian.

“Karena pangan selesai, kita beralih ke energi. Ini keberanian Bapak Presiden mengambil langkah strategis untuk merah putih,” tutup Amran.

Program etanol merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan, kesiapan industri, dan dukungan teknologi.

Jika berjalan sesuai rencana, langkah ini berpotensi mengubah Indonesia dari negara pengimpor bahan bakar menjadi lebih mandiri, memanfaatkan kekayaan alam untuk kebutuhan strategis bangsa.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved