Viral di Media Sosial
Gedung DPR Purbalingga Dicoret-coret Imbas Band Sukatani Minta Maaf Bawakan Lagu 'Bayar Bayar Bayar'
Gedung DPR Purbalingga dicoret-coret imbas band Sukatani minta maaf usai membawakan lagu 'bayar bayar bayar' dianggap sebagai sindiran pada polisi.
TRIBUNBENGKULU.COM - Gedung DPR Purbalingga dicoret-coret imbas band Sukatani minta maaf usai membawakan lagu 'bayar bayar bayar' yang dianggap sebagai sindiran terhadap polisi.
Platform media sosial dihebohkan dengan lagu 'bayar bayar bayar' yang dinyanyikan oleh band Sukatani.
Lagu ini dianggap mewakili keresahan masyarakat terhadap polisi.
Maka tak heran lagu 'bayar bayar bayar' tersebut seketika booming dan dinyanyikan oleh beragam kalangan.
Namun sayangnya setelah menyanyikan lagu bayar bayar bayar hingga viral di media sosial, kini band Sukatani justru mendadak menyampaikan permintaan maaf.
Gitaris Sukatani yakni Muhammad Syifa Al Lutfi dan Vokalis Novi Citra Indriyati pun merekam video permintaan maafnya kepada Kapolri.
"Memohon maaf sebesar-besarnya kepada bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu bayar bayar bayar yang liriknya 'bayar polisi' yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial yang pernah saya upload ke platform spotify, yang sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan," kata Syifa dan Novi bergantian, dilansir TribunnewsBogor.com dari akun Instagram @sukatani.band.
Bukan cuma minta maaf, Syifa dan Novi juga resmi menghapus lagu Bayar Bayar Bayar dari semua platform musik resmi miliknya.
"Saya Muhammad Syifa Al Lutfi sekali lagi memohon maaf. Saya Novi Citra Indriyati sekali lagi memohon maaf. Melalui pernyataan ini, saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan yang berjudul bayar bayar bayar lirik lagu 'bayar polisi'," pungkas Syifa dan Novi
Gedung DPR Purbalingga Dicoret-coret
Imbas band Sukatani minta maaf ke Kapolri, kini sejumlah fasilitas pemerintahan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi sasaran aksi vandalisme oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (21/2/2025).
Dari pantauan Kompas.com, aksi coret-coret ini terjadi di berbagai lokasi, termasuk kantor polisi, pos lantas, rumah dinas, dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Pelaku menggunakan cat semprot berwarna merah dan hitam untuk mengekspresikan pesan-pesannya.
Berbagai simbol terlihat dalam aksi tersebut, antara lain lambang anarki yang berupa huruf A dalam lingkaran, huruf M dalam lingkaran, serta tulisan "MERAH #SUKATANI".
Kejadian ini mencuat di tengah kontroversi yang melibatkan band punk new wave asal Purbalingga, Sukatani, yang sebelumnya viral melalui video permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri terkait lagu mereka berjudul “Bayar Bayar Bayar”.
Gedung DPR Purbalingga
Band Sukatani bayar bayar bayar
Lagu Bayar bayar bayar
Sosok Penyanyi lagu bayar bayar bayar
viral di media sosial
| Kebijakan Kepala BGN Baru Nanik S Deyang, Batasi Jumlah Dapur MBG: Kami Beresin Dulu Ini |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Komisi XI DPR Minta BI Gerak Cepat Cegah Lonjakan Harga yang Bikin Rakyat Menjerit |
|
|---|
| Upaya Menkeu Purbaya Atasi Rupiah Melemah, Gandeng BI dan Siapkan Jurus Tarik Modal Asing |
|
|---|
| Dugaan Korupsi MBG Rp10 Triliun, Guntur Romli Desak Prabowo Bubarkan BGN: Cacat Sejak Lahir |
|
|---|
| Profil dan Harta Kekayaan Agustina Arumsari Pengganti Sony Sanjaya, Siap Kuliti Aliran Dana MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Gedung-DPR-Purbalingga-Dicoret-coret-Imbas-Band-Suktani-Minta-Maaf-Bawakan-Lagu-Bayar-Bayar-Bayar.jpg)