Senin, 8 Juni 2026

Pelantikan Kepala Daerah 2025

Puas Pecat Kepsek SMAN 6 Depok, Kini Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Flexing Mobil Dinas yang Kebanyakan

Dedy Muyadi Gubernur Jawa Barat yang baru dilantik pada Kamis (20/2/2025) di Istana Kepresidenan Jakarta kembali membuat gebrakan dan bikin heboh. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Tribunnews.com/Taufik Ismail
DEDY MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai mengikuti pelantikan Kepala Daerah di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025). Dedy Muyadi Gubernur Jawa Barat yang baru dilantik pada Kamis (20/2/2025) di Istana Kepresidenan Jakarta kembali membuat gebrakan dna bikin heboh. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dedy Muyadi Gubernur Jawa Barat yang baru dilantik pada Kamis (20/2/2025) di Istana Kepresidenan Jakarta kembali membuat gebrakan dan bikin heboh. 

Sebelumnya Dedy Mulyady memecat Kepala Sekolah SMAN 6 Depok imbas memaksakan siswa untuk pergi study tour ke Jawa Timur. 

"Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMAN 6 Depok."

"Karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi," kata Dedi di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025), dilansir Kompas.com.

Pihaknya pun menelusuri apakah ada pungutan liar di SMAN 6 Depok kepada para siswanya.

"Hari ini juga sudah diperintahkan inspektur untuk memeriksa apakah sekolah itu ada pungutan-pungutan di luar ketentuan atau tidak," ungkapnya.

Kini Dedy Mulyadi kembali membuat heboh gegara flexing alias memamerkan lalu membagikan mobil dinas yang kebanyakan. 

Hal ini diketahui saat dirinya meninjau barisan mobil dinas di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu (22/2/2025) yang terlihat dalam unggahan akun TikTok resmi Dedi Mulyadi.

Dedi menanyakan usia mobil-mobil dinas yang diparkir berjejer satu per satu.

Ia juga memperhatikan kondisi mobil-mobil tersebut.

Saat tiba di Mercedes Benz V-Class, Dedi menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk mengubah mobil tersebut menjadi rumah sakit berjalan.

"Ini dialokasikan, ubah jadi mobil rumah sakit," ujar Dedi, Sabtu.

Lebih lanjut, Dedi memerintahkan mobil RS berjalan itu agar dilengkapi fasilitas kesehatan yang mumpuni, termasuk pemeriksaan jantung dan ibu hamil.

"Yang ada pemeriksaan jantung, pemeriksaan ibu hamil. Kalau perlu bisa mendeteksi kanker di sini, pemeriksaan darah," tuturnya.

"Itu mobil punya rumah sakit, tapi bukan buat saya," imbuh dia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved