Rabu, 22 April 2026

Banjir dan Longsor di Kepahiang

2 Sekolah dan Puskesmas Terdampak Banjir di Kepahiang Bengkulu

Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kepahiang, Bengkulu, membuat dua sekolah mengalami kerusakan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
TERDAMPAK BANJIR - Kadis Dikbud Kabupaten Kepahiang Nining Fawelly Pasju saat diwawancara TribunBengkulu.com, Jumat (7/3/2025). Akibat banjir pada Rabu malam (12/3/2025), 2 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Dua sekolah dan puskesmas terdampak banjir di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kepahiang, Nining Fawelly Pasju mengatakan sekolah yang mengalami kerusakan ini adalah SDN 17 Kepahiang, dan SDN 8 Bermani Ilir.

Di dua sekolah ini, pagar sekolah roboh, akibat tidak sanggup menahan derasnya aliran hujan.

"Dua sekolah ini yang sudah melaporkan kerusakan pagar, akibat derasnya hujan tadi malam," kata Nining kepada TribunBengkulu.com, Kamis (13/3/2025).

Selain sekolah, sebuah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Pembantu (pustu) di Tebat Monok, Kepahiang, juga sempat diterjang banjir.

Sejumlah perabotan dan alat kesehatan dalam pustu terbawa banjir, sehingga harus dievakuasi.

"Kita belum tahu, apakah masih bisa digunakan atau tidak," kata Kadinkes Kepahiang, Tajri Fauzan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (12/3/2025) malam, terjadi banjir dan tanah longsor di Kepahiang akibat hujan lebat yang terjadi sejak sore.

Beberapa wilayah yang terendam antara lain di Kelurahan Padang Lekat, Desa Mekar Sari di Kabawetan, dan Desa Keban Agung di Bermani Ilir.

Setidaknya belasan rumah warga di Gang Mangga 2, Kelurahan Padang Lekat, Kepahiang Bengkulu terendam banjir pada Rabu (12/3/2025) malam.

Pantauan TribunBengkulu.com, salah satu titik banjir ada di Gang Mangga 2, Kelurahan Padang Lekat, Kecamatan Kepahiang.

Di titik ini, air merendam jalan hingga masuk ke dalam rumah warga, dengan ketinggian antara 20 hingga 30 cm.

Puncak ketinggian air menurut warga adalah pada pukul 20.00 WIB malam. Saat itu, genangan air di jalanan hingga sepaha orang dewasa, dan di dalam rumah hingga selutut orang dewasa.

Baca juga: Sempat Buka Tutup Akibat Longsor, Jalan Lintas Kepahiang - Bengkulu Sudah Bisa Dilalui

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved