Kamis, 4 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Anehnya Pria Bunuh Pacar di Bantul, 2 Minggu Tidur Bareng Kerangkanya, Alasan Tak Rela Berpisah 

Anehnya pria bunuh pacar di Bantul, 2 minggu tidur bareng kerangka korban karena tak rela berpisah. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
Youtube TVone dan Capture Video TikTok @inewssumsell
KASUS PEMBUNUHAN - Kolase foto pelaku M Rafy Ramadhan (kiri) dan korban pembunuhan Enggal Dika Puspita (kanan), Rabu (26/03/2025). Anehnya pria bunuh pacar di Bantul, 2 minggu tidur bareng kerangka korban karena tak rela berpisah. 

Rafy mengungkapkan bahwa selama dua pekan setelah kematian korban, dia tinggal bersama jenazah meskipun sudah tidak tahan dengan baunya.

Sesekali, Rafy datang untuk mengisi token listrik di kontrakan tersebut, namun akhirnya harus pindah karena kontrakan telah berakhir.

“Saat saya membuka kamar itu, saya sudah melihatnya menjadi kerangka. Pada saat itu, saya sudah berniat untuk menguburnya, tetapi saya tidak memiliki lahan untuk itu,” ujar Rafy.

"Saya akhirnya memutuskan untuk menyimpan kerangka tersebut sampai saya menemukan tempat yang tepat untuk menguburkannya," tambahnya.

Jadi Tulang Belulang

Jasad gadis 23 tahun ditemukan sudah jadi tulang belulang dalam koper, berawal dari kamar kos yang dijadikan tempat oleh pacar habisi kekasih , pelaku dari keluarga terpandang atau bukan orang sembarangan.

Si gadis 23 tahun itu bernama Enggal Dika Puspita (23), ia adalah pacar atau kekasih dari M Rafy Ramadhan.

Ternyata, gadis 23 tahun itu merupakan korban pembunuhan dari pacar nya, dan kasus itu menggemparkanwarga Bantul, Yogyakarta, sejak September 2024.

Kini, kasus pembunuhan gadis 23 tahun itu terungkap dan misteri hilangnya gadis 23 tahun itu terpecahkan pada Kamis, (20/3/2025).

Selama 7 bulan, Rafy berhasil menghilangkan jejak kejahatannya, hingga jasad gdais 23 tahun itu membusuk hingga jadi tulang belulang.

Kejinya Rafy, ia membersihkan jasad Enggal Dika Puspita, memasukkannya ke dalam kantong sampah, dan memindahkan mayat tersebut ke rumah orang tuanya di Padukuhan Gading Lumbung, Donotirto, Kretek, Bantul.

Awal kasus terungkap

Kasat Reskrim Polres Bantul, Iptu Iqbal Satya Bimantara, mengungkapkan pelaku menghabisi nyawa korban yang merupakan warga Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman di suatu tempat kontrakan yang berada di Kalurahan Sabdodadi, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul pada September 2024.

"Kasus ini terungkap dari adanya informasi rekan korban bahwa adanya kejanggalan. Bahkan, pelaku sempat membawa motor korban, tetapi yang dibonceng bukan korban melainkan ada wanita lain," ungkapnya.

Dari situ, polisi melakukan klarifikasi kepada keluarga korban dan hasilnya korban ternyata tidak pernah pulang. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved