Kamis, 4 Juni 2026

Hari Raya Nyepi

Bupati Teddy Rahman Ikut Arakan Ogoh-ogoh di Seluma

Dukung Keberagaman, Bupati Seluma Teddy Rahman Ikut Mengarak Ogoh-Ogoh Bersama Masyarakat Air Petai

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com
MEMBAUR-Bupati Seluma Teddy Rahman, SE, MM saat membuka tradisi ogoh-ogoh di Desa Air Petai Kecamatan Sukaraja Jum'at malam (28/3/2025). Bupati Teddy Rahman ikut membaur bersama masyarakat mengarak ogoh-ogoh 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Masyarakat Bali di Desa Air Petai Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu menggelar tradisi ogoh-ogoh Jumat malam (28/3/2024).

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Seluma Teddy Rahman. 

Bupati membuka langsung arak-arakan ogoh-ogoh bersama tokoh agama dan masyarakat asal Bali yang telah menjadi bagian masyarakat Seluma. 

"Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mereka memang masyarakat asal Bali, tapi saat ini adalah bagian dari masyarakat Seluma," kata Bupati dikonfirmasi Sabtu (29/3/2025). 

Adat dan budaya harus selalu lestari ucap Bupati. Karena ini merupakan aset kekayaan Seluma yang harus tetap dijaga yang menunjukkan jati diri Seluma yang beranekaragam adat dan budaya. 

"Pemkab Seluma akan selalu mensupport kegiatan-kegiatan seperti ini. Kegiatan kebudayaan, tradisi dan adat harus selalu ada dan dilestarikan," ungkap Teddy. 

Sebagai Bupati, Teddy berkomitmen untuk terus mendukung dan menjaga kelestarian budaya di Kabupaten Seluma.

Namun dirinya berpesan agar selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

Saling menghargai adalah kunci, karena dalam kebersamaan, Seluma akan semakin kuat.

"Mari kita rawat warisan budaya dan persatuan ini agar tetap lestari bagi generasi mendatang. Harus selalu terpatri dalam diri kita, Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," tukas Bupati Seluma. 

Terpisah Kepala Desa Air Petai, Made Rayarto menyampaikan apresiasi kepada Bupati Seluma Teddy Rahman yang telah hadir dan membuka langsung prosesi arakan ogoh-ogoh, membaur langsung di tengah masyarakat. 

"Ini merupakan kebahagiaan bagi kami, pak Bupati hadir bahkan ikut memikul ogoh-ogoh, membaur bersama masyarakat," tutur Made Rayarto. 

Dia menjelaskan bahwa tradisi ogoh-ogoh merupakan simbol bagi masyarakat Bali untuk mengusir dan membuang roh jahat dalam diri manusia.

Sehingga di tahun baru Saka, kembali bersih dari segala pengaruh roh jahat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved