Selasa, 28 April 2026

Ajudan Kapolri Pukul Jurnalis

Anarkis Ajudan Kapolri Tempeleng Jurnalis di Stasiun Semarang, Ternyata Ini Penyebabnya 

Anarkis ajudan Kapolri tempeleng Jurnalis di Stasiun Semarang, ternyata ini penyebabnya.

|
Editor: Rita Lismini
Tribun Jabar
AJUDAN KAPOLRI TONJOK JURNALIS - Tangkap layar foto ajudan Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang dituding pukul dan tempeleng jurnalis di Stasiun Karawang, Senin (07/04/2025). Anarkis ajudan Kapolri tempeleng Jurnalis di Stasiun Semarang, ternyata ini penyebabnya. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Anarkis ajudan Kapolri tempeleng Jurnalis di Stasiun Semarang, ternyata ini penyebabnya.

alah satu oknum ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendadak menjadi sorotan usai terlibat insiden kekerasan di Stasiun Tawang, Semarang, pada Sabtu (5/4/2025).

Ajudan tersebut melakukan pengejaran hingga pemukulan terhadap seorang jurnalis yang sedang bertugas meliput arus balik Idulfitri 2025 di lokasi.

Insiden ini diduga dipicu oleh ketegangan saat proses peliputan berlangsung. 

Ketika Kapolri mendekati seorang penumpang yang duduk di kursi roda, sejumlah jurnalis yang mengambil gambar diminta mundur oleh ajudan tersebut dengan cara yang kasar.

Meski beberapa wartawan sudah menghindar, ajudan itu tetap mendatangi salah satu pewarta foto dan memukul kepala korban, disertai ancaman terhadap jurnalis lainnya.

Informasi yang terhimpun menyebutkan, insiden bermula saat sejumlah jurnalis dan petugas humas tengah meliput kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Tawang, Kota Semarang.

Saat itu, Kapolri sedang menyapa seorang penumpang pengguna kursi roda di area stasiun.

Sejumlah pewarta foto dan tim humas dari berbagai lembaga sedang mengambil gambar dari jarak yang wajar.

Namun, situasi tiba-tiba memanas ketika salah satu ajudan Kapolri meminta para jurnalis untuk mundur, namun dengan cara yang tidak sopan.

Ajudan tersebut bahkan mendorong para jurnalis dan petugas humas secara kasar.

Melihat situasi yang tidak kondusif, pewarta foto Kantor Berita Antara, Makna Zaezar, memutuskan untuk menjauh dan berpindah ke area peron.

Namun, ajudan yang sama justru mengejar Makna dan memukul kepalanya menggunakan tangan.

Tak berhenti di situ, ajudan itu juga mengancam jurnalis lainnya dengan nada tinggi dan agresif.

"Kalian pers, saya tempeleng satu-satu," ujar ajudan tersebut sebagaimana dikutip dari Tribun Jateng, Minggu (6/4/2025).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved