Sabtu, 6 Juni 2026

Kecelakaan Maut di Gresi

TERKUAK Keanehan Kecelakaan Maut Rombongan Umrah di Gresik Tewaskan 7 Orang, Polisi Periksa CCTV

Pihak kepolisian mengungkap adanya keanehan dalam kecelakaan maut di Gresik yang menewaskan 7 orang rombongan umrah.

Tayang:
Dok Warga
KECELAKAAN MAUT GRESIK - Kondisi mobil usai tabrakan dengan bus di Gresik, Kamis (10/4/2025). Mobil rombongan umrah tersebut diketahui mengalami tabrakan dengan bus di jalan raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Kamis (10/4/2025) pagi. (DOKUMEN/WARGA) 

Sementara itu, di bus terdapat 15 penumpang.

Keanehan Kecelakaan

Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Komarudin, mengungkapkan adanya keanehan dalam insiden kecelakaan tersebut.

Dari rekaman CCTV milik warga, ditemukan fakta bahwa bus tidak terlihat melambung ke kanan jalan.

Bus ternyata berjalan lurus mengikuti arah jalur yang seharusnya.

Itu artinya, memang ada masalah dengan laju mobil Phanter yang datang dari arah berlawanan.

"Kondisi bis berjalan tidak melambung ke kanan jalan. Dari CCTV, bus berjalan lurus sesuai arah jalan," jelasnya, dikutip dari Radar Gresik.

Komarudin menambahkan bahwa saat ini tim Traffic Accident Analysis (TAA) masih bekerja di lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

"Tim TAA kami sedang melakukan olah TKP dengan menggunakan alat-alat bantu untuk bisa menggambarkan bagaimana kondisi dan penyebab kecelakaan maut ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda mengatakan, kecelakaan tersebut bermula ketika mobil Isuzu Phanter dengan nomor polisi DK 1157 FCL yang merupakan rombongan pengantar jemaah umrah melaju dari arah Lamongan menuju ke Surabaya. 

"Betul (ada kecelakaan), kronologinya mobil dari arah Lamongan ke arah Gresik atau Surabaya," kata Rizki ketika dikonfirmasi, Kamis.

Kemudian, kata Rizki, mobil yang memuat 7 orang yang berangkat dari Tuban tersebut secara tiba-tiba oleng. 

Selain itu, ban kendaraan itu juga sempat turun ke bahu jalan sebelah kiri. 

"Saat di Duduksampeyan mobil mengambil bahu jalan di sebelah kiri, lalu saat akan naik kembali ke jalan mobil mengalami selip dan tidak dapat dikendalikan oleh pengemudi," ujarnya.

Hal tersebut membuat mobil rombongan pengantar jemaah umrah itu melewati marka jalan. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved