Jumat, 5 Juni 2026

Mayat Anak di Dalam Karung

Nasib Keluarga Pembunuh 2 Bocah di Bengkulu, Rumah Hancur Diserang Warga, Kini Diamankan Polisi

Setelah pengungkapan kasus pembunuhan dua bocah di Bengkulu, rumah keluarga terduga pelaku PT (17) menjadi sasaran amuk warga sekitar pada Rabu (23/4)

Tayang:
Agisthy Firan Marenza/Tribun Bengkulu
RUMAH DIRUSAK - Tampak depan foto rumah pelaku pembunuhan 2 bocah di Bengkulu. Setelah pengungkapan kasus pembunuhan dua bocah di Bengkulu, rumah keluarga terduga pelaku PT (17) menjadi sasaran amuk warga sekitar pada Rabu (23/4/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Setelah pengungkapan kasus pembunuhan dua bocah di Bengkulu, rumah keluarga terduga pelaku PT (17) menjadi sasaran amuk warga sekitar pada Rabu (23/4/2025).

Sejumlah bagian rumah dilaporkan dirusak massa, mulai dari kaca depan yang dipecahkan hingga bagian dalam rumah yang turut mengalami kerusakan.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak kepolisian bersiaga di lokasi dan membubarkan massa.

Puluhan personel bersenjata lengkap yang tiba di lokasi langsung menghalau massa dan meminta menghentikan aksi mereka.

Selain itu, polisi juga masih mengamankan keluarga pelaku ke tempat yang lebih aman.

Disinyalir, amuk warga tersebut dipicu terhadap pengakuan pelaku yang dianggap tidak sesuai.

"Warga kecewa, bermula dari penetapan hanya satu tersangka dalam kasus ini, yakni PU (17), pelaku yang telah mengakui perbuatannya. Namun, warga dan pihak keluarga meyakini bahwa tidak mungkin pelaku bertindak sendirian," ujar Paman Arjuna, Zainal Abidin.

Mengenai pengrusakan rumah pelaku, ia mengaku telah melarang warga untuk melakukan hal tersebut, namun warga masih tetap melakukan aksinya.

"Mengenai pengrusakan saya sudah melarang, namun warga masih tetap melakukannya. Saya cuma minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan saya belum percaya pelaku itu cuma satu orang, saya punya banyak bukti," jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa didalam hatinya masih merasa ada yang janggal.

"Kalau dihati saya masih janggal, saya tidak yakin kalau pelakunya tersebut hanya satu orang. kalau diminta untuk menyiapkan saksi, pihak keluarga siap," ucapnya.

Salah satu yang membuat keluarga korban merasa janggal ialah, ada salah satu warga yang melihat ayah dari pelaku tersebut bolak-balik mengambil daun sereh.

Selain itu, setelah mendengar pengakuan dari anak pelaku tersebut, yang menyebut telah membunuh korban di jam 4. Sedangkan kata Zainal warga masih melihat korban berjalanan sekitar jam 4 itu.

"Itu korban sedang berkomunikasi dengan warga yang melihat kebetulan korban itu sedang meminta jambu oleh warga tersebut" terangnya.

Selain itu, Ayah Korban, Juliadi mengatakan, ia meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menewaskan anaknya tersebut. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved