Berita Bengkulu
Disnakeswan Bengkulu Periksa 33 Ekor Sapi Kurban Jelang Idul Adha 2025
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, gencar melakukan pemeriksaan kesehatan sapi di sejumlah peternakan.
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu melakukan pemeriksaan kesehatan sapi di sejumlah peternakan.
Hal itu dilakukan demi menjamin kesehatan dan kualitas hewan ternak jelang Idul adha 2025.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi M. Syarkawi menjelaskan, pentingnya pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong.
Pihaknya juga akan mengecek kondisi kesehatan hewan kurban untuk melihat apakah ternak tersebut tidak cacat.
"Pada prinsipnya, hewan kurban harus memenuhi syarat sempurna, baik dari segi fisik maupun usia. Kami sudah melakukan pemeriksaan usia hewan-hewan ini, dan patokannya adalah jika hewan tersebut sudah berganti sepasang gigi, itu berarti ia sudah mencapai umur 2 tahun. Ini merupakan persyaratan mutlak," ungkap M. Syarkawi, Senin (5/5/2025).
Selain mengamati usia, kelengkapan organ-organ hewan menjadi perhatian utama.
"Kami mengecek organ-organ penting seperti testis, telinga, dan tanduk. Semuanya harus dalam kondisi utuh dan normal. Misalnya, testis harus seimbang, dan telinga harus bebas dari robekan yang signifikan," tambahnya.
Ia juga menekankan, hewan-hewan kurban harus dalam keadaan sehat, terutama pada postur tubuh hewan tersebut.
"Kami memeriksa postur tubuh hewan-hewan ini dan melihat kualitas bulunya. Jika bulunya cerah dan tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi, itu adalah indikasi bahwa hewan tersebut sehat. Kami berharap masyarakat dapat memilih hewan kurban yang benar-benar berkualitas baik," jelasnya.
Petugas yang memeriksa mencatat bahwa rata-rata berat sapi yang disediakan untuk kurban mencapai lebih dari 80 kg.
"Ini menunjukkan bahwa hewan-hewan ini siap dan layak untuk dikurbankan," tutup M. Syarkawi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya tidak menemukan penyakit pada hewan kurban.
Demi menjamin kesehatan dan kualitas hewan ternak, Dinas Peternakan menurunkan 10 orang yang beranggotakan dua orang dokter.
Terpisah, Sadiman selaku peternak di Kelurahan Tebeng, mengatakan, peternakannya telah menyediakan sekitar 33 ekor sapi.
"Kalau kami itu, menyediakan sesuai dengan kebutuhan saja, dan itu sudah di pesan beberapa bulan lalu oleh pelanggan," ucap Sadiman.
Dikatakan Sadiman, saat ini sudah ada 28 ekor yang telah dipesan untuk Iduladha.
"Itu rata-rata yang beli dalam kota, dan memang sudah lama berlangganan," terangnya.
Menurutnya, jelang Iduladha, harga satu ekor sapi melonjak naik.
"Mengalami kenaikan memang jelang Iduladha mengalami kenaikan. Dulu standar Rp15 juta terdendah. Sekarang naik Rp18 juta sampai Rp45 juta termahal," akunya.
Lanjut Sadiman, sapi dengan harga Rp 18 juta tersebut memiliki daging seberat 80 kilogram.
Sementara, sapi dengan harga termahal yang ia jual yakni Rp 45 juta memiliki daging hingga 100 kilogram.
Sadiman mendatangkan sapi kurban dari daerah seperti Kabupaten Bengkulu Utara.
| Polisi Selidiki Sosok ‘Nenek’ yang Diduga Pemasok Sabu di Binduriang Rejang Lebong |
|
|---|
| Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Pelalo Rejang Lebong |
|
|---|
| Danau Dendam Tak Sudah Ditutup Total, Pedagang Berharap Wisata Makin Ramai Setelah Ditata |
|
|---|
| Kawasan Danau Dendam Tak Sudah Ditutup Sementara, Proyek Penataan Kawasan Segera Dikerjakan |
|
|---|
| Pemkot Bengkulu Imbau Pengibaran Bendera di Hari Pancasila 1 Juni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Dinas-Peternakan-Keswan-Provinsi-Bengkulu-saat-melakukan-pemeriksaan-Senin-55.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.