Senin, 8 Juni 2026

Hercules Preman Tak Bisa Mati

Akhirnya Prabowo Ultimatum Soal Huru-Hara Ormas, Hercules Ketar-Ketir Ormas GRIB Jaya Dibubarkan? 

Akhirnya Presiden Prabowo ultimatum soal huru-hara ormas, Hercules ketar-ketir GRIB Jaya dibubarkan? 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Istimewa
PRABOWO DAN HERCULES - Kolase foto Presiden Prabowo Subianto ultimatum soal huru-hara ormas, Hercules ketar-ketir GRIB Jaya dibubarkan, Selasa (06/05/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Akhirnya Presiden Prabowo ultimatum soal huru-hara ormas, Hercules ketar-ketir GRIB Jaya dibubarkan? 

GRIB adalah ormas yang dibentuk oleh Rosario de Marshall atau Hercules pada 2011.

Ormas ini memiliki ratusan ribu anggota yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. 

Selama ini Hercules bukanlah sosok yang asing lagi di dunia premanisme Jakarta. 

Pria asal Timor Leste ini kerap disebut sebagai "raja preman Tanah Abang" dan dikenal luas karena keberaniannya melawan siapa saja, termasuk para jenderal. 

Seperti saat ini, Hercules blak-blakan menantang Jenderal Gatot Nurmantyo

"Saudara Gatot Nurmantyo, Anda, saya tidak takut sama Anda. Saya tidak menghargai Anda," ujar Hercules sambil menunjuk ke arah kamera.

Ia bahkan menyindir bahwa Gatot yang kini bertindak seperti preman karena sudah tidak populer lagi.

"Saya bilang kamu yang preman, kamu bikin action di sini karena gak laku. Kenapa kamu bilang preman, kalau preman kan ada hukumnya," kata Hercules.

Tak hanya terlibat perdebatan sengit dengan Jenderal Gatot Nurmantyo, Hercules juga disebut sampah masyarakat oleh Jenderal kopassus TNI. 

Jenderal Kopassus bintang tiga, Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat juga murka atas tingkah laku Hercules.

Perkataan Hercules yang dinilai menghina Sutiyoso turut membuat Yayat murka.

Bahkan Yayat menyebut jika Hercules takut jika balik kampung halamannya, padahal ngaku preman tak bisa mati.

"Senior atau sesepuh TNI dihina seperti itu, menurut saya itu sudah penghinaan. Dibilang mulutnya sudah bau tanah, sekarang apa yang sudah dilakukan Hercules dan si gendut botak itu untuk negara? Yang ada dia adalah sampah masyarakat, yang ada di membela yang bayar untuk mencari duit dengan melakukan penekanan kepada rakyat, kita tahu lah," kata Yayat Sudrajat dikutip dari Youtube Hersubenu Point, Senin (5/5/2025).

Yayat juga setuju dengan pernyataan Sutiyoso bahwa permasalah ormas harus dievaluasi kembali,

"Karena itu sebenarnya premanisme, maaf untuk ormas yang baik. Semua orang tahu si Hercules itu preman, menurut dia hebat seperti itu, menurut saya gak hebat, balik ke kampungnya aja takut. Dia minta tolong saya," kata Yayat lagi.

Ia mengaku murka dengan pernyataan Hercules yang menurutnya menghina purnawirawan TNI.

"Sebenarnya dada ini pengen meledak dengan omongan dia, gak tahu diri," ujarnya.

Yayat pun mendukung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berkomitmen memberantas premanisme.

"Hercules ini apa dia? Harusnya balik dia ke Timor Timur sana. Apa yang sudah dia berikan ke Bangsa dan Negara Indonesia? Gak ada, kalau kata orang Jawa Barat mah eweuh, ngan ngabulatuk hungkul. Artinya ngomong aja," katanya geram.

Menurut Yayat, Hercules saat ini merasa hebat karena memiliki ormas yang besar.

Ia justru menyoroti apakah ormas yang dipimpin Hercules itu sudah benar atau belum.

Menanggapi soal huru-hara ormas tersebut, kini akhirnya Presiden Prabowo Subianto turut angkat bicara. 

Prabowo Beri Ultimatum Soal Ormas 

Presiden Prabowo Subianto meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak mengganggu apalagi melakukan pemalakan yang dapat mengganggu.

erintah Prabowo itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman usai sidang kabinet yang digelar Senin (5/5/2025). 

"Tadi juga Bapak Presiden menyampaikan masalah ormas, yang tertib, yang kemudian tidak mengganggu, apalagi memalak, dan sebagainya. Presiden sudah menekankan seperti itu," ujar Dudung di Istana, Jakarta, Senin (5/5/2024) dikutip dari Kompas.com. 

Dudung mengatakan, ormas dapat dimanfaatkan dalam memberi masukan dan mendorong pembangunan. 

Karenanya, ia mengungkap bahwa Prabowo ingin ormas dan pemerintah dapat bersinergi. 

"Jadi kalau misalnya ada ormas, silakan bersinergi dengan pemerintah, memberikan masukan, dan mendorong pembangunan pemerintah itu sendiri," ujar Dudung.

Reaksi Hercules 

Diperingatkan Presiden Prabowo agar ormas tak mengganggu kenyamanan masyarakat, Hercules sebelumnya justru sebaliknya. 

Ia terang-terangan mengancam bakal mengirim 50 ribu anggota ormas GRIB Jaya untuk mengepung gedung sate sebagai bentuk peringatan terhadap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. 

Hercules meminta agar Dedi Mulyadi merangkul ormas-ormas di Jawa Barat, bukan malah memusuhinya. 

Ia tak sepakat jika ormas harus ditumpas. 

"Ormas tuh banyak sekali kekuatannya, saya punya anak buah di Jawa Barat itu ada hampir 500 ribu, kalau saya suruh 50 ribu orang datang ke Gedung Sate, bagaimana Dedi Mulyadi?" ujar Hercules seperti dikutip dari Youtube Unlocked yang tayang pada Rabu (30/4/2025). 

Ia menegaskan bahwa 50 ribu massa yang datang ke Gedung Sate tak bakal bisa dibubarkan. 

Bahkan, sekalipun dikerahkan pihak kepolisian. 

"Enggak bakal bisa dibubarin, enggak bisa. Datang 50 ribu orang, tidak merusak anarkis, polisi pun tidak bisa membubarkan mereka, tidak bisa dan itu dilindungi oleh undang-undang, wajib dan wajar untuk mereka datang dulu," katanya.

Ia menegur Dedi Mulyadi agar tidak memusuhi ormas di Jawa Barat, termasuk GRIB Jaya. 

Pasalnya, ada peran ormas di balik kemenangan Dedi Mulyadi menjadi Gubernur Jawa Barat. 

"Anak buah saya hampir 500 ribu di Jawa Barat, dukung Dedi Mulyadi jadi gubernur karena kendaraannya Partai Gerindra karena presiden kita Pak Prabowo. Kami kerja (dukung) tidak ada yang membayar kami," ucapnya. 

Hercules pun meminta agar Dedi Mulyadi merangkul ormas dan mengajak mereka bersinergi bersama TNI dan Polri.

"Sekarang sudah jadi gubernur, ormas itu dirangkul mengajak mereka. 'Hei, masyarakat Jabar, ormas-ormas Jabar mari mendukung program-program saya gubernur, dukung saya bersinergi sama TNI-Polri bagaimana menciptakan aman nyaman damai."

"Karena negara ini negara hukum, (oknum yang bersalah) kalian bertanggung jawab secara hukum yang berlaku di Indonesia, bukan panggil TNI, panggil Polri," ujarnya.

Pemerintah Tumpas Ormas Meresahkan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku akan melakukan pendataan terhadap ormas yang dianggap meresahkan. 

Sebab dalam beberapa waktu terakhir, terdapat sejumlah peristiwa yang melibatkan ormas. 

Baik yang berkaitan dengan keamanan hingga investasi.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan, bagi ormas yang terdaftar di Kemendagri dapat diberikan sanksi keras, mulai dari pencabutan status terdaftar hingga pidana jika terbukti melawan hukum. 

Dorongan kepada pemerintah daerah dan forum komunikasi perangkat daerah (Forkopimda) juga diberikan untuk memetakan ormas yang terindikasi melanggar hukum. 

"Pertama pemetaan ormas-ormas yang terindikasi melanggar hukum. Kedua mengambil langkah pembinaan bagi yang masih bisa dibina, atau melakukan langkah-langkah hukum yang tegas bagi yang sudah melangkah jauh ke arah kriminalitas dan pelanggaran hukum pidana," ujar Bima saat ditemui di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Sedangkan bagi yang terdaftar di Kementerian Hukum, sanksi administrasi hingga pembubaran dapat dilakukan untuk ormas yang melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Kemendagri, kata Bima, telah meminta pemerintah daerah untuk membentuk satuan tugas (Satgas) yang tanggung jawabnya menertibkan ormas meresahkan.

"Baru dua hari yang lalu kami mengadakan rapat. Kita minta datanya. Dan kami meminta agar seluruh daerah melakukan, memang bentuk gugus tugas khusus untuk ormas ini. Satgas yang mengkoordinasikan penertiban, pembinaan, pemberdayaan, dan penindakan terhadap ormas," ujar Bima.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved