Senin, 8 Juni 2026

Kebakaran di Kepahiang

Nasib Korban Kebakaran di Kepahiang Bengkulu Tangan-Wajah Tersambar Api saat Selamatkan Diri

Korban kebakaran Taufik Hidayat nyaris saja tidak bisa menyelamatkan diri saat kebakaran membakar rumahnya.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/Romi Juniandra
KEBAKARAN DI KEPAHIANG - Kolase korban menunjukan luka bakar (kiri) dan puing-puing sisa kebakaran (kanan). Nasib korban kebakaran rumah di Desa Kelobak Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, pada Senin malam (12/5/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Nasib korban kebakaran rumah di Desa Kelobak Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, pada Senin malam (12/5/2025).

Korban kebakaran Taufik Hidayat nyaris saja tidak bisa menyelamatkan diri saat kebakaran membakar rumahnya.

Taufik memperlihatkan bagian mukanya yang tampak melepuh kepada TribunBengkulu.com, Selasa (13/5/2025) 

Selain muka, beberapa jari dan lengan kanan juga tampak membengkak melepuh.

Saat kejadian tadi malam, Taufik mengatakan dirinya sudah tertidur lelap. Tiba-tiba, ia terbangun saat mendengar suara ledakan di ruang tamu.

"Saya keluar kamar, lalu melihat bagian ruang tamu ini sudah terbakar. Apinya besar, di sepeda motor dan di bagian atas plafon," cerita Taufik.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kepahiang Bengkulu, Kerugian Rp 200 Juta

Taufik saat itu panik, dan berusaha membuka pintu depan yang terkunci. Namun, api yang sudah besar membuatnya kesulitan.

Api juga sempat menyambar bagian muka, terutama sebelah kanan, dan tangan kanan.

"Pintu depan tidak bisa lagi terbuka. Muka saya panas. Akhirnya saya lari ke belakang, keluar dari pintu belakang. Untung api belum sampai ke belakang," ujar Taufik.

Taufik akhirnya bisa menyelamatkan diri dari pintu belakang. Sementara, api terus berkobar hebat, menimbulkan kepanikan di antara tetangga.

"Para tetangga ini mengira saya masih di dalam rumah. Api memang besar, merah dan tidak banyak asap," ungkap Taufik.

Sementara, pantauan TribunBengkulu.com, rumah yang terbakar tampak menyisakan dinding beton, dan bagian depan serta dapur yang masih utuh.

Bagian rumah lain, termasuk atap, tampak sudah habis terbakar api.

Di dalam rumah, kayu-kayu rumah tampak menghitam menjadi arang. Begitu juga dengan perabotan, seperti kursi, lemari, dan perabotan lain hangus terbakar.

Salah satu warga, Eko mengatakan kebakaran ini sempat membuat panik warga.

Eko, yang rumahnya bersebelahan, sempat berusaha menyelamatkan barang, khawatir api akan menyebar.

Warga lain juga datang membantu, memadamkan api dengan alat seadanya sebelum damkar datang.

"Ada sekitar 20 menit api berkobar besar, sebelum bisa dipadamkan damkar," ungkap Eko.       

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved