Minggu, 7 Juni 2026

Ledakan Amunisi di Garut Makan Korban

Niat Bantu Keluarga Korban Ledakan Amunisi di Garut, Dedi Mulyadi Justru Disemprot Warga

Usai tragedi amunisi di Garut yang menewaskan 13 orang, Dedi Mulyadi langsung mendatangi keluarga korban.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Yuni Astuti
Tangkapan layar youtube Kompas TV/ Instagram Dedi Mulyadi
LEDAKAN AMUNISI GARUT - Kolase foto saat beberapa TNI tengah melihat ledakan amunisi di Garut (kiri) dan Dedi Mulyadi saat berkunjung di salah satu keluarga korban (kanan). Kagetnya Dedi Mulyadi ketika ber bantuan ke keluarga korban ledakan amunisi, tapi disemprot warga, Selasa (13/5/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Niat bantu keluarga korban ledakan di Garut, Dedi Mulyadi justru disemprot warga.

Usai tragedi ledakan amunisi yang menewaskan 13 orang, 9 diantaranya adalah warga sipil, Dedi Mulyadi beri sejumlah bantuan bagi keluarga korban di Garut.

Namun sayangnya saat Dedi Mulyadi berbicara dengan keluarga korban, justru ada yang menyemprot Gubernur Jawa Barat tersebut.

Berawal dari seorang anak dari korban menegaskan bahwa ayahnya ke lokasi kejadian bukan untuk mulung serpihan amunisi.

"Saya perwakilan bapak saya. Saya minta pertanggungjawaban. Karena bapak saya di situ bukan seperti yang orang pikirin, bapak saya bukan mulung. Bapak saya kerja sama tentara," katanya kepada Dedi Mulyadi.

Sembari menangis ia bercerita, ayahnya bekerja pada TNI AD sudah lama.

"Saya tahu dari zaman saya sekolah. Sudah lama. Sudah kemana-mana, udah ke Manado, Makassar, ke Bali, ke Jakarta, Mabes TNI," katanya.

KDM menyimpulkan bahwa ayah dari anak tersebut menjadi korban kecelakaan kerja.

"Posisinya sudah bekerja. Kategori sedang melaksanakan pekerjaan. Kecelakaan kerja," kata Dedi.

Sang anak membantah bahwa ayahnya ke lokasi pemusnahan amunisi dengan cara melawan TNI.

"Katanya banyak yang bilang bapak saya ke situ nyelonong ngelawan TNI, itu gak," kata anak.

"Kayak orang lagi nyangkul kepancong, orang lagi melaut tenggelam, orang lagi nyetir tabrakan. Termausk kategorinya kecelakaan kerja," katanya.

Hadir pula anak dari korban bernama Anwar.

Dedi Mulyadi pun mengangkatnya sebagai anak asuh.

"Berarti ini anaknya. Berarti yatim sekarang ? ya udah kamu jadi anak asuh saya. Kamu sampai kuliah aku urus," kata KDM.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved