Efisiensi Anggaran di Bengkulu
Program Bedah Rumah di Mukomuko Bengkulu Ditunda karena Terdampak Efisiensi Anggaran
Program bedah rumah untuk 40 rumah di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terdampak efisiensi anggaran.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Program bedah rumah untuk 40 rumah di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terdampak efisiensi anggaran.
Pemkab Mukomuko melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) telah mengajukan program bedah rumah ke pemerintah pusat.
Program bedah rumah telah diakomodir oleh pemerintah pusat, dengan 40 rumah yang akan mendapatkan program bedah rumah.
Direncanakan program tersebut akan dijalankan diawal tahun 2025, namun dengan adanya efisiensi anggaran, program bedah rumah tersebut ditunda.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko Suryanto mengatakan, 40 rumah yang mendapatkan bedah rumah ini, di antaranya 30 rumah milik warga miskin di Kecamatan Selagan Raya dan 10 rumah milik warga miskin di Kecamatan Lubuk Pinang.
“Sebelumnya kita sudah mengupayakan untuk program bedah rumah, ada 40 rumah yang dapat direncanakan tahun 2025 ini dikerjakan, tapi adanya efisiensi anggaran jadi ditunda,” ungkap Suryanto, Selasa (13/5/2025).
Suryanto menjelaskan, untuk satu unit rumah mendapatkan Rp 20 juta dari program bedah rumah.
Jika ditotalkan pihaknya mendapatkan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk bedah rumah.
Lantaran efisiensi anggaran, dana sebesar Rp 800 juta tersebut belum bergerak sejak Januari 2025 hingga saat ini, dikarenakan anggaran pendukung program bedah rumah tidak ada.
"Kalau dana program bedah rumah sudah ada dari pemerintah pusat, tapi dana untuk mendukung kegiatan dari nol sampai tuntasnya kegiatan tidak ada sama sekali,” tutur Suryanto.
“Hal ini yang menjadi masalah kami sekarang. Padahal selama kegiatan itu berjalan, harus mendapatkan pendampingan dari petugas," sambung Suryanto.
Suryanto juga menjelaskan, program bedah rumah harus tuntas di tahun 2025. Meskipun tidak mendapatkan dukungan anggaran, namun pihaknya akan tetap berusaha menjalankan kegiatan tersebut.
Menurutnya dengan anggaran sebesar itu dapat meringankan beban warga yang membutuhkan untuk membangun rumah.
Selain itu, untuk 40 rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah ini akan mendapatkan material bangunan.
"Dana sebesar itu untuk membeli material bangunan. Bisa kayu, pasir, semen dan lainnya. Kalau dana itu kurang, maka ditalangi atau dicukupi oleh penerima bantuan. Yang jelasnya, program itu harus selesai di tahun anggaran 2025 ini," jelas Suryanto.
Suryanto memastikan sebanyak 40 keluarga calon penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah daerah dinyatakan sudah memenuhi syarat.
Ia ikut langsung tim melakukan verifikasi kelengkapan berkas. Sehingga sebanyak puluhan keluarga ini, sekarang hanya tinggal menunggu dana kegiatan turun.
"Sekarang hanya tinggal menunggu saja. Tapi kapan dana itu cair, kami juga belum bisa pastikan, yang pasti kita tunggu dulu," kata Suryanto.
Baca juga: Dinkes Mukomuko Bengkulu Catat Ada 606 Warga Suspek TBC Selama Januari-Maret 2025
| Blak-blakan Bupati Kepahiang Soroti Pemborosan APBD, Perjalanan Dinas Jadi Perhatian |
|
|---|
| Gubernur Bengkulu Larang PHK PPPK di Tengah Tekanan Aturan Belanja Pegawai 30 Persen |
|
|---|
| Nasib 1.626 PPPK Bengkulu di Tengah UU HKPD, Gubernur Tolak PHK dan Siapkan Efisiensi |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Latsar CPNS Bengkulu Tengah Dilaksanakan Daring |
|
|---|
| Bupati Zurdi Nata Rampingkan Struktur OPD di Kepahiang, Sejumlah Dinas Dilebur Demi Efisiensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kadis-Perkim-Mukomuko-terkait-818-unit-Rumah-Terima-bantuan-PKE.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.