Senin, 8 Juni 2026

Opini

OPINI, Pemanasan Global: Solusi untuk Menyelamatkan Bumi di Masa Depan

Pemanasan global sudah menjadi salah satu ancaman serius bagi kehidupan di Bumi.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Kolase Tribun Bengkulu
OPINI - Prasetia Anggel Erlena. Penulis opini 'Pemanasan Global: Solusi untuk Menyelamatkan Bumi di Masa Depan' adalah Mahasiswa Prodi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu (Unib). 

**Oleh Prasetia Anggel Erlena

TRIBUNBENGKULU.COM - Pemanasan global sudah menjadi salah satu ancaman serius bagi kehidupan di Bumi. 

Proses ini terjadi ketika penguapan gas rumah kaca seperti karbon dioksida meningkat.

Selain itu pemanasan global juga disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan aktivitas industri lainnya, hal ini yang menyebabakan suhu global mengalami kenaikan secara signifikan.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peningkatan suhu telah mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pertanian, kesehatan dan ekosistem alam.

Menurut catatan BKMG suhu diIndonesia tercatat mengalami peningkatan sekitar 0,15 derajat celsius per tahun.

Dampak dari pemanasan global ini telah menyebabkan peningkatan suhu global, menyebabkan pencairan es di kutub yang berdampak pada kenaikan permukaan air laut dan perubahan pola cuaca ekstream.

Di kawasan Arktik, suhu meningkat lebih cepat dibandingkan wilayah lain proses pencairan es ini menyebabkan air laut mengalami kenaikan dan jika air laut terus mengalami kenikam dipastikan beberapa puluh tahun kedepan wilayah pesisir diIndonesia kan terkena dampak.

Pemanasan global juga mengancam keanekaragam hayati dengan merubah habitat alami, mengganggu siklus hidup spesies, dan meningkatkan penyebaran penyakit.

Contohnya, terumbu karang yang telah mengalami pemutihan akibat suhu laut yang meningkat.

Ini jelas merusak keanekaragaman hayati yang telah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu, namun bukan cuman diterumbu karang efek dari pamanasan global ini juga menyebabkan kebakaran hutan, banjir, perubahan iklim yang tidak menentu dan masih banyak lagi.

Perubahan iklim ini dapat meningkatkan risiko penyakit menular seperti malaria dan demam berdarah, serta memperburuk kualitas udara yang dapat menyebakan gangguan pernapasan, gelombang panas dan bencana alam lainnya juga meningkat.

Menghadapi permasalan ini diperlukan kesadaran dan pertisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

BMKG telah menginisiasi berbagai program edukasi, seperti Sekolah Lapangan Iklim (SLI) yang berupaya untuk meningkatan pemahaman masyarakat khususnya untuk para petani tentang perubahan iklim dan cara beradaptasi.

Selain itu generasi muda juga diajak  berperan aktif untuk perubahan iklim melalui program seperti Green Leadership Indonesia (GLI) yang bertujuan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tentangan lingkungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved