Selasa, 9 Juni 2026

Kalender 2025

Kapan Puasa Idul Adha Dimulai? Cek Kalender Juni 2025, Lengkap Penanggalan Hijriah

Penetapan tanggal 1 Dzulhijjah oleh Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pada 27 Mei 2025.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Kemenag.go.id
KALENDER JUNI 2025 - Ilustrasi kalender Juni 2025 yang diambil dari Kemenag.go.id, Rabu (21/5/2025). Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, terutama menjelang Idul Adha, memiliki keutamaan yang luar biasa. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Idul Adha sering disebut juga Hari Raya Kurban tak lama lagi. Salah satu hari raya besar umat Islam yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriah.

Pada tahun 2025, berdasarkan perkiraan kalender Masehi, Idul Adha diprediksi jatuh pada Jumat tanggal 6 Juni 2025.

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, terutama menjelang Idul Adha, memiliki keutamaan yang luar biasa.

Diketahui bahwa puasa Idul Adha dimulai pada tanggal 1 Dzulhijjah.

Sementara itu, penetapan tanggal 1 Dzulhijjah oleh Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pada 27 Mei 2025.

Berikut jadwal lengkap puasa sunnah menjelang Idul Adha 2025:

1. Puasa Dzulhijjah

Puasa ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. 

Disebutkan dalam hadits yang berasal dari Ibnu Umar Ra tentang keutamaan puasa Dzulhijjah.

Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang dilakukan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah. 

Adapun keutamaan dari puasa Tarwiyah ini tercantum dalam sebuah hadits, berikut ini:

"Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun." (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Niat Puasa Tarwiyah: "نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى" (Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ) Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah, sunah karena Allah Ta'ala."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved