Sabtu, 6 Juni 2026

Kelangkaan BBM di Bengkulu

BBM Langka di Bengkulu, Gubernur Helmi Hasan Surati Pertamina

Gubernur Helmi Hasan menyurati Pertamina sebagai upaya mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bengkulu.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Kolase TribunBengkulu.com
BBM LANGKA - (kiri) Gubernur Bengkulu surati Pertamina terkait kelangkaan BBM. (kanan) Gubernur Bengkulu Helmi Hasan rapat koordinasi dengan Pertamina Bengkulu terkait kelangkaan BBM, pada Minggu (25/5/2025). Gubernur Helmi Hasan menyurati Pertamina sebagai upaya mengatasi kelangkaan BBM. 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Helmi Hasan menyurati Pertamina sebagai upaya mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bengkulu.

Surat dengan Nomor: B.500.10/6S'8/ESDM/"025 ditujukan ke Executive GM Regional Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga.

Berisi hal permintaan kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatasi antrean BBM di Kota dan Kabupaten se Provinsi Bengkulu:

Menindaklanjuti rapat Bersama antara Pemerintah Daerah dan PT.Pertamina Patra Niaga dan sehubungan dengan kondisi terkini adanya antrean BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota dan Kabupaten se-Provinsi Bengkulu dan cenderung masyarakat menjadi panic buying, maka Gubernur meminta PT. Pertamina Patra Niaga agar dapat melakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut :

  1. PT. Pertamina Patra Niaga diminta untuk Extra Droping /Kuota BBM baik yang subsidi maupun non subsidi di setiap SPBU yang ada di Kota dan Kabupaten se-Provinsi Bengkulu.
  2. PT. Pertamina Patra Niaga diminta melaporkan setiap kali mensupply BBM rutin dan Extra Droping ke masing-masing SPBU di Kota dan Kabupaten se-Provinsi Bengkulu kepada Pemerintah Daerah khususnya OPD terkait (Dinas ESDM Provinsi Bengkulu).
  3. PT. Pertamina Patra Niaga agar menerbitkan Surat imbauan atau Surat Edaran ke seluruh SPBU untuk melakukan pengaturan bagi kendaraan roda empat pengisian BBM untuk kendaraan roda empat maksimal 25 liter dan roda dua maksimal 5 liter per hari serta melarang pengisian berulang-ulang untuk nomor plat kendaraan bermotor yang sama.
  4. Menerbitkan Surat Himbauan atau Surat Edaran seluruh SPBU untuk melakukan pembatasan/pengaturan ulang jam operasional pada malam hari (maksimal sampai dengan pukul 22.00 WIB)

Baca juga: Langkah Gubernur Helmi Hasan Atasi Kelangkaan BBM di Bengkulu, Warga Antre Berjam-jam

Penyebab BBM Langka

Gubernur Bengkulu melalui juru bicaranya Zacky Antoni mengungkap penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu.

Pemicunya adalah terjadinya gangguan pada distribusi BBM dari Palembang menuju Depo Pertamina Lubuk Linggau.

Pada tanggal 17 Mei 2023, distribusi BBM dari Palembang – Lubuklinggau yang menggunakan jalur kereta api mengalami gangguan teknis.

Gangguan distribusi via kereta api tersebut mengakibatkan menipisnya stok BBM di Depo Pertamina Lubuk Linggau. Padahal distribusi BBM di Provinsi Bengkulu mengandalkan pasokan dari Depo Pertamina Lubuk Linggau.

Hal ini disampaikan perwakilan Pertamina dalam rapat bersama Pemprov dan Pemkot Bengkulu, Minggu (25/5/2025) kemarin. 

Masih menurut keterangan pihak Pertamina Pulau Baai, pada tanggal 23 Mei 2025, sudah dilakukan upaya recovery untuk menormalkan kembali stok BBM di Lubuk Linggau.

Juru bicara Gubernur, Zacky Antony mengatakan bahwa setelah mendengar keterangan dari pihak Pertamina tersebut, gubernur bisa memahami. 

Oleh karena itu, gubernur memprioritaskan untuk mencari solusinya. Bukan mencari siapa salah, siapa yang benar. Sebab, gangguan distribusi dari Palembang ke Lubuklinggau juga di luar kuasa Pertamina Pulau Baai. 

“Pak Gubernur ingin agar solusi yang cepat untuk mengatasi kelangkaan BBM yang sudah terjadi bukan hanya di Kota Bengkulu, tapi juga di kabupaten-kabupaten. Rapat kemarin juga memutuskan Pemprov akan mengajukan penambahan kuota sesuai dengan kebutuhan berdasarkan jumlah kendaraan,” beber Zacky dikutip dari rilis yang diterima TribunBengkulu.com.

Seperti diketahui, selama ini suplai BBM menuju Depo Pertamina Pulau Baai mengandalkan jalur laut. Namun suplai ini mengalami kendala karena kapal tanker yang membawa BBM tidak bisa merapat di kolam pelabuhan akibat alur pelabuhan dangkal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved