Senin, 4 Mei 2026

Berita Viral

Siapa Owner Tiga Dewa Adventure? Operator Wisata yang Kini Viral Dituduh Booking Lahan Camp

Operator wisata pendakian gunung, Tiga Dewa Adventure Indonesia kini viral di media sosial, dituduh memblokade lahan camp dengan membangun tenda-tenda

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
kolase/Kompas.com
BOOKING LAHAN CAMP - Tangkapan layar tenda-tenda pendaki terpasang memenuhi area di Gunung Merbabu.(TikTok siputgunung.id). Tiga Dewa Adventure mengklarifikasi tuduhan booking lahan camp di gunung yang menimpa pihaknya.  

TRIBUNBENGKULU.COM - Operator wisata pendakian gunung, Tiga Dewa Adventure Indonesia kini tengah viral di media sosial, dituduh memblokade lahan camp dengan membangun tenda-tenda.

Tiga Dewa Adventure Indonesia sudah mengklarifikasi tuduhan booking lahan camp di gunung yang menimpa pihaknya. 

Lantas siapa pemilik Tiga Dewa Adventure Indonesia, operator wisata yang membuka open trip ke berbagai gunung populer?

Pemilik sekaligus pendiri Tiga Dewa Adventure Indonesia adalah Muhammad Rifqi Maulana, lulusan Magister Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Rifqi dikenal aktif di media sosial dan menjadi figur sentral dalam komunitas tersebut. 

Akun Instagram pribadinya adalah @rifkymaulanaaaa, sementara akun resmi komunitas yaitu @tigadewaadventureindonesia.

Tiga Dewa Adventure didirikan pada tahun 2008 di Kota Semarang dan dikenal lewat slogan “You’ll Never Hike Alone.”

Selama ini, Tiga Dewa Adventure mendapat banyak ulasan positif dari peserta trip.

Bantah Booking Lahan di Camp

Dikutip dari Kompas.com, pemilik Tiga Dewa Adventure, M. Rifqi Maulana (32) mengatakan, tenda-tenda tersebut dibawa dan dibangun oleh para porter lokal yang disewa untuk membantu pelaksanaan open trip yang dijalankan oleh pihaknya.

Pendirian tenda di lahan camp tersebut merupakan bagian dari pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada para tamu Tiga Dewa Adventure Indonesia.

"Sebisa mungkin kan tamu kan karena sudah membayar mendapatkan pelayanan dan fasilitas contohnya adalah misalnya tenda itu kan harus naik duluan ya. Jadi supaya tamu itu sampai di area camp itu tenda sudah ada," kata Rifqi saat dihubungi KompasTravel baru-baru ini. 

Menurutnya, hampir semua operator wisata pendakian gunung melakukan hal yang sama dengan Tiga Dewa Adventure Indonesia.

Pasalnya, ia mengklaim konsep manajemen pendakian para operator wisata pendakian lainnya sama dengan yang dilakukan dengan Tiga Dewa Adventure Indonesia.

"Dan itu tidak harus booking atau memblokade atau memonopoli ya. Cepat-cepatan saja yang mau naik siapa. Misalnya kan biasanya kan kita kan juga bekerja sama juga kan dengan porter lokal berarti itu jadi tidak ada dari Tiga Dewa Adventure Indonesia pun tidak ada kok yang sampai memonopoli atau memblokade atau sampai booking. Itu tidak ada sama sekali itu bisa dibuktikan kok," tambah Rifqi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved