Senin, 27 April 2026

Berita Kepahiang

Bunga Kecombrang, Sayur Asam Manis Penggugah Selera Makan di Kepahiang Bengkulu

Warna bunga ini merah muda, dengan kelopak yang mekar seperti bunga mawar, meski lebih besar, padat, dan memiliki lebih banyak kuncup.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Ricky Jenihansen
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
BUNGA KECOMBRANG - Sayuran kecombrang, makanan penggugah selera di Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Minggu (8/6/2025). Rasanya yang asam manis membuat sayuran ini memiliki rasa yang khas. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Diantara banyak jenis sayuran dan bahan pokok harian di salah satu lapak pedagang di Pasar Rakyat Kepahiang pada Minggu (8/6/2025) siang, tampak ada satu bunga yang menarik perhatian.

Warna bunga ini merah muda, dengan kelopak yang mekar seperti bunga mawar, meski lebih besar, padat, dan memiliki lebih banyak kuncup.

Nama resminya adalah kecombrang, atau di Kepahiang Bengkulu juga dikenal dengan nama honje. 

Bentuknya yang persis mekar seperti bunga mawar, membuat orang yang tidak familiar akan menyangka kalau tumbuhan ini hanya bunga biasa, tidak bisa dimakan.

Namun, honje ini ternyata bahan makanan yang bisa menggugah selera.

Salah satu pedagang, Masna mengatakan honje memiliki rasa asam manis yang khas, sehingga sangat cocok ketika disantan, dan dimasak dengan bahan makanan lain seperti terong atau kacang panjang.

"Bisa juga dimasak dengan ikan mas, atau lauk lain, sesuai selera," jelas Masna kepada TribunBengkulu.com.

Cara masaknya juga sama, dibersihkan, dipotong kecil-kecil, dan dimasukkan dengan bumbu lain dalam santan.

Jika ingin mendapatkan rasa lain, bisa juga ditambahkan cabai rawit untuk memperkaya rasa.

"Jadi, ada pedas, dan asam manis. Biasanya, kalau sedang tidak selera makan, warga kita banyak mencari kecombrang atau honje ini untuk mengggugah selera," ujar Masna.

Hanya saja, dalam kehidupan sehari-hari, kecombrang ini memang jarang terlihat. Kecombrang merupakan tanaman hutan, yang masih jarang dibudidayakan di Kepahiang.

"Tumbuhnya di pinggir-pinggir kali. Tapi sekarang sudah ada yang dibibitkan, ditumbuhkan petani," ungkap Masna.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved