Senin, 8 Juni 2026

Berita Seluma

Wabup Seluma Gustianto Minta Inspektorat Audit Realisasi Dana Desa di Dusun Baru

Wabup Seluma minta Inspektorat audit DD dan ADD Dusun Baru usai warga lapor dugaan kegiatan fiktif dan gaji tak dibayar saat dijabat Pjs Kades.

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Ricky Jenihansen
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com
WABUP SELUMA - Wakil Bupati Seluma Gustianto saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (12/6/2025). Ia meminta Inspektorat melakukan audit DD dan ADD Desa Dusun Baru, Kecamatan Ilir Talo, Seluma. 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Wakil Bupati Seluma, Provinsi Bengkulu, Gustianto, meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap realisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Dusun Baru, Kecamatan Ilir Talo.

"Ada beberapa tokoh masyarakat menemui saya, meminta ini. Jadi Inspektorat saya minta untuk turun melakukan audit ini," terang H. Gustianto, Kamis siang, 12 Juni 2025.

Menurut penjelasan tokoh masyarakat yang datang, ujar Wabup, DD dan ADD yang diminta untuk diaudit adalah tahun anggaran 2024.

Saat itu, kepala desa dijabat oleh Penjabat Sementara (Pjs), dan diduga terdapat banyak kejanggalan.

"Gaji guru ngaji dan pengurus masjid serta posyandu tidak dibayarkan. Lalu ada juga beberapa item kegiatan yang tidak dilaksanakan, namun anggarannya dicairkan," kata Wabup.

Untuk memastikan hal tersebut, lanjut Wabup, Inspektorat harus turun langsung melakukan audit.

Hal ini penting agar ada kejelasan mengenai realisasi DD dan ADD yang dikeluhkan masyarakat, serta untuk menghindari simpang siur dan polemik di tengah warga.

"Apapun hasilnya, nanti sampaikan. Jika memang ada penyimpangan ya proses sesuai aturannya. Jika tidak ada temuan, juga harus disampaikan agar masyarakat tenang dan menerima," imbuhnya.

Wabup menambahkan, berdasarkan laporan masyarakat ini, kepala desa yang kini menjabat diingatkan untuk tidak bermain-main dengan DD dan ADD. Dana desa harus digunakan sesuai peruntukan yang telah disepakati dan dianggarkan.

"Semua harus tertib administrasi. Jangan pernah menyalahgunakan DD dan ADD, semua harus terlaksana sesuai dengan yang telah dianggarkan. Saya tidak akan mentolerir jika ada yang bermain dan menyalahgunakan DD dan ADD ini," sampai Gustianto.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved