Sabtu, 2 Mei 2026

Kasus Mutilasi di Padang

FAKTA Wanda Pembunuh Berantai di Padang Pariaman, Punya Saudara Anggota Polisi Tapi Dipecat

Fakta mengejutkan datang dari keluarga SJ alias Wanda, pembunuh berantai di Padang Pariaman yang menwaskan 3 orang sekaligus. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Dokumentasi/Polres Padang Pariaman
KASUS PEMBUNUHAN BERANTAI- Pelaku terduga tindak pidana pembunuhan mutilasi (baju kuning) berinisial diamankan kepolisian dari Polres Padang Pariaman, Kamis (19/6/2025). 

Dirinya seolah sudah merencakan pembunuhan dengan sangat pintar. 

“Dia yang datang pertama ke Polsek buat laporan kehilangan. Itu yang bikin kami gak curiga,” ungkap Suji Selsya Utami (28), sepupu almarhumah Siska.

Selama proses pencarian, SJ juga terlihat aktif membantu keluarga. Bahkan SJ mengaku terakhir meninggalkan Siska di sebuah minimarket karena hendak menjemput temannya, sebelum Siska dinyatakan hilang.

“Siska sempat bilang, dia mau ambil uang dari SJ. Setelah itu, dia hilang,” tambah Suji.

Suji menyebutkan bahwa hubungan asmara antara Siska dan SJ telah terjalin cukup lama.

"Keduanya sudah pacaran sejak 2019. Jadi memang sudah cukup lama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suji mengatakan bahwa lokasi penemuan jenazah diduga merupakan rumah milik pelaku SJ sendiri.

"Tempat korban dikubur ini adalah rumah SJ. Jadi kami benar-benar tidak menyangka hal seperti ini terjadi," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Siska mengenal korban mutilasi SJ lainya, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terpisah di Batang Anai.

"Siska berteman dengan korban mutilasi itu. Bahkan, korban tersebut juga sering menginap di rumah Siska," tegasnya.

Ibunda Siska Meninggal Dunia Akibat Syok Berat

Duka mendalam kembali menyelimuti keluarga. Ibunda Siska Oktavia meninggal dunia pada Kamis (19/6/2025) pagi, setelah mendengar kabar bahwa putrinya adalah korban mutilasi.

“Beliau pingsan di lokasi penggalian sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga kena serangan jantung karena syok berat. Saat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong,” ujar Suji.

Tragisnya, enam bulan sebelumnya, ayah Siska juga meninggal dunia karena stres memikirkan anaknya yang tak kunjung ditemukan.

“Ayahnya meninggal duluan karena terus memikirkan Siska. Kini ibunya menyusul,” imbuh Suji.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved