Sabtu, 11 April 2026

Malam 1 Suro

Mengapa Tanggal 26 Juni Orang Dilarang Keluar Rumah, Ternyata ini Penyebabnya

Ramai jadi perbincangan tanggal 26 Juni orang-orang dilarang keluar rumah. 

Editor: Rita Lismini
Freepik.com
Ilustrasi peringatan Tahun Baru Islam sekaligus Malam 1 Suro yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2025. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Ramai jadi perbincangan tanggal 26 Juni orang-orang dilarang keluar rumah. 

Padahal tanggal 26 Juni 2025 mendatang berdekatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 147 Hijriah. 

Seperti diketahui Tahun Baru Islam adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. 

Lantas, mengapa kita justru tidak diperbolehkan keluar rumah saat tanggal 26 Juni 2025 tersebut? 

Jadi Tribuners 26 Juni 2025 menjadi peringatan malam 1 Suro. 

Hari 1 Suro merupakan hari penting dalam kalender Jawa. 

Meskipun tanggal 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriah tetapi terdapat perbedaan antara penanggalan Jawa dan penanggalan hijriah.

Tanggal 1 Suro merupakan penanda dimulainya tahun baru dalam kalender Jawa. Kalender Jawa, yang diciptakan oleh Sultan Agung, merupakan perpaduan antara kalender Saka (Hindu) dan kalender Hijriah (Islam). 

Malam 1 Suro tahun 1959 Jawa jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025. Hal ini karena 1 Suro 1959 bertepatan  Jumat, 27 Juni 2025.

Nah, menurut masyarakat Jawa terdapat 4 larangan saat malam 1 Suro 2025. 

Salah satunya adalah tidak boleh keluar rumah. 

Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro dianggap sebagai malam yang sakral dan diperingati dengan berbagai ritual, seperti tirakat (menahan hawa nafsu atau berpantang) dan semadi (bermeditasi).

Sebagian masyarakat Jawa juga mempercayai bahwa ada larangan yang tidak boleh dilakukan saat malam 1 Suro sebagai berikut:

Larangan Malam 1 Suro

1. Tidak Boleh Keluar Rumah 

Melansir Kompas.com, pemerhati budaya sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tundjung W Sutirto, mengungkap mitos larangan keluar rumah saat malam 1 Suro berkaitan dengan Perjanjian Abipraya antara Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, dan Nyai Roro Kidul. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved