Berita Bengkulu
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Beberkan Kendala Utama di Enggano, Bukan soal Pangan
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengungkapkan persoalan utama yang dihadapi masyarakat Pulau Enggano bukanlah kekurangan bahan pangan.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengungkapkan persoalan utama yang dihadapi masyarakat Pulau Enggano.
Persoalannya bukanlah kekurangan bahan pangan, melainkan kesulitan dalam menjual hasil bumi akibat terbatasnya akses transportasi.
Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI Bidang Keamanan dan Hukum, Brigjen Pol. Wahyu Bintoro HB, jajaran terkait, di Ruang Pola Provinsi Bengkulu, Jumat (27/6/2025).
Ia menjelaskan dalam pertemuan itu, Menteri Dalam Negeri melalui stafnya meminta laporan perkembangan terbaru terkait kondisi di Pulau Enggano, menyusul beredarnya informasi yang simpang siur di pusat.
"Kita langsung berkomunikasi live dengan mahasiswa KKN di sana, termasuk dari UGM dan Unib, juga para tokoh masyarakat. Mereka semua menyampaikan bahwa tidak benar kalau tidak ada makanan di Enggano,".
"Masyarakat Enggano bukan pemalas, mereka bertani, melaut, dan berkebun. Tapi hasil bumi mereka tidak bisa dijual keluar karena akses yang sulit," beber Helmi.
Helmi menjelaskan, kendala utama terletak pada kondisi pelabuhan yang tak bisa beroperasi normal akibat alur pelayaran tertutup tumpukan pasir.
"Alur yang seharusnya bisa dilewati kapal, kini tertutup pasir hingga alat berat pun bisa naik ke sana. Bahkan sudah seperti lapangan bola," kata Helmi.
Pemprov Bengkulu, lanjut Helmi, telah mengeluarkan surat darurat sejak 25 Maret 2025 sebagai dasar percepatan penanganan.
Pelindo dan pihak Kementerian Perhubungan telah menurunkan alat berat dan kapal pengeruk.
"Pengerukan sedang berjalan, dan Alhamdulillah akhir bulan ini alur sudah bisa dilewati, meski belum sempurna," ujar Helmi.
Juga Pemerintah Pusat akhirnya menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 yang memerintahkan tiga Menko dan sejumlah kementerian untuk fokus menangani persoalan Enggano.
Untuk itu, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI, Brigjen Pol. Wahyu Bintoro HB, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyukseskan Instruksi Presiden (Inpres) terkait pengembangan Enggano.
"Harus ada sinkronisasi dari berbagai pihak agar permasalahan proses pengerukan alur ini dapat segera teratasi dan Inpres ini dapat berjalan sesuai harapan," ungkap Helmi.
Baca juga: Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Undang Dedi Mulyadi ke Festival Tabut 2025: Hadir ya Bapak Aing
| Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid Jabat Kapolda Bengkulu, Ini Rekam Jejaknya |
|
|---|
| Pedagang Pasar Ampera Bengkulu Selatan Nikmati Lapak Permanen, Tak Lagi Pakai Tenda Sederhana |
|
|---|
| Dedy Wahyudi Cuti Haji, Ronny Pebriyanto Ditunjuk sebagai Plt Wali Kota Bengkulu |
|
|---|
| Kapolri Mutasi Kapolda Bengkulu, Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid Gantikan Irjen Mardiyono |
|
|---|
| 38 Unit Dapur Makan Bergizi Gratis di Bengkulu Sudah Kantongi Sertifikat Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Rapat-dg-Stafsus-Kemendagri.jpg)