Kamis, 4 Juni 2026

Opini

OPINI: Open Karier ASN, Mencari Mutiara yang Terpendam

Sebagai pelayan publik, pemerintah diminta dapat memberikan layanan terbaik dan maksimal kepada masyarakatnya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Yunike Karolina
HO TribunBengkulu.com
OPINI - Nugroho Tri Putra, sosok penulis opini dengan judul 'Open Karier ASN, Mencari Mutiara yang Terpendam'. 

Oleh Nugroho Tri Putra, M.I.kom**

TRIBUNBENGKULU.COM - Mesin birokrasi adalah salah satu yang menentukan baik atau tidaknya jalannya roda pemerintahan. 

Sebagai pelayan publik, pemerintah diminta dapat memberikan layanan terbaik dan maksimal kepada masyarakatnya. 

Menyadari pentingnya hal itu, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali mengingatkan jajarannya agar tegak lurus mendukung program pemerintah.

Bahkan, Dedy Wahyudi berinovasi dengan membuka Open Karier bagi ASN mulai dari jabatan staf, jabatan fungsional tertentu (JFT), pengawas/ subkoordinator, administrator/ koordinator, hingga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Hal ini disampaikan Dedy Wahyudi saat mengumpulkan semua pejabat eselon II, III, IV, subkoordinator, dan JFT dalam apel gabungan di Kantor Walikota Bengkulu, Rabu pagi (2/7/2025).   

Dirinya ingin pegawainya memiliki semangat kerja yang tangguh.

Selain itu, Open Karier ini juga untuk melihat minat atau bakat, passion dan disiplin ilmu jajaran ASN Kota Bengkulu, sekaligus pemetaan potensi SDM Pemerintah Kota Bengkulu dari aspek pendidikan, pengalaman dan kebakatan.

Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing ingin memberi ruang dan kesempatan yang sama terhadap ASN di Pemerintah Kota Bengkulu.

Dedy Wahyudi mengungkapkan bahwa Open Karier ini juga untuk menjaring bibit bibit potensial dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahkan hingga Kelurahan, Puskesmas, SD hingga SMP untuk bisa mengusulkan mutasi atau promosi dalam rangka mengembangkan karier.

Saya sepakat apa yang disampaikan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat apel gabungan.

Bahwa selama ini ASN Pemerintah Kota Bengkulu belum semua memiliki kesempatan yang sama dalam hal mutasi dan promosi.

Banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut, di antaranya adalah keterbatasan akses dan komunikasi dengan pengambil kebijakan.

Sehingga mungkin banyak ASN ASN yang menjadi mutiara yang terpendam di balik ruangan kantor berteman meja dan kursi kerja yang rapuh.

Bayangkan saja, jika ada ASN yang potensial dan telah banyak berkontribusi tapi tak ada yang melirik, maka ASN tersebut bisa patah semangat kerja. Padahal mereka punya hak yang sama.

Membuka Harapan

Melalui Open Karier ini, Dedy Wahyudi telah membuka harapan ribuan ASN di Pemerintah Kota Bengkulu. Suatu terobosan berprinsip kesetaraan.

Sehingga tak ada lagi, pejabat yang sampai “berjamur” menduduki suatu jabatan sehingga menimbulkan kejenuhan dan berpotensi melakukan hal hal di luar norma aturan.

Mereka punya hak yang sama untuk mengembangkan karier melalui Open Karier ini termasuk para fungsional.

Open Karier ini tentu akan menjadi dasar Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk membuat keputusan yang terukur dan profesional sehubungan dengan rencana mutasi, promosi, rotasi dan demosi. 

Mengutip pernyataan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, usulan ASN akan diterima jika pegawai mampu menyakinkan akan bekerja maksimal dan kerja cerdas sesuai kemampuannya. Tentu dengan target yang terukur, dan siap mundur jika tidak mampu.

“Ini jauh dari kesempurnaan. Namun ini ikhtiar untuk lebih baik ke depannya,” kata Dedy Wahyudi.

**Penulis adalah Kepala Seksi Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu.

Peraih Program Beasiswa S2 Ilmu Komunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Tahun 2013.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved