Berita Bengkulu
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Genjot Program Makan Bergizi Gratis, Andalkan Hasil Tani Lokal
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan percepat Program Makan Bergizi Gratis untuk 363 ribu siswa, dengan menggandeng petani lokal sebagai pemasok.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendorong percepatan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Merah Putih.
Menurutnya, program nasional ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Provinsi Bengkulu.
Selain itu, ia juga meminta agar bahan pangan untuk program MBG mengutamakan hasil pertanian lokal.
Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di daerah.
"Program makan bergizi ini tidak hanya tentang gizi untuk siswa, tapi juga untuk meningkatkan perekonomian lokal. Kita ambil dari petani kita sendiri," kata Helmi dalam rapat percepatan pelaksanaan Program MBG di Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (8/7/2025).
Saat ini, baru 13 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif dan tersebar di beberapa daerah, seperti Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Seluma, Kaur, dan Mukomuko. Sementara itu, kebutuhan minimal mencapai 121 unit SPPG.
Helmi menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur dasar.
Adapun pembangunan fisik SPPG akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) atau kementerian terkait.
Gubernur Bengkulu ke-11 ini juga meminta agar pemerintah kabupaten/kota segera memprioritaskan penyediaan lahan.
Pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui BGN maupun kementerian terkait.
"Daerah siapkan lahannya, pusat yang akan bantu bangun. Ini kerja bersama untuk generasi sehat dan cerdas," tutup Helmi.
Program MBG ditargetkan menjangkau 363.283 siswa di seluruh wilayah Bengkulu.
Dalam skemanya, satu unit SPPG dirancang untuk melayani sedikitnya 3.000 siswa.
Dengan jumlah tersebut, dibutuhkan paling tidak 121 unit SPPG yang tersebar merata, dengan jarak tempuh maksimal 20 menit dari sekolah-sekolah sasaran.
| 2 Pencuri Sawit di Bengkulu Tengah Diringkus Polisi, Tapi Dibebaskan karena Korban Tak Melapor |
|
|---|
| Konservasi Penyu Alun Utara di Bengkulu Tengah Direhab Polisi, Tempat Pengeraman Kembali Berfungsi |
|
|---|
| Menteri Rachmat Pambudy ke Bengkulu, Pemprov Akan Usulkan Pembangunan Jalan Tol |
|
|---|
| Ancaman Gempa Megathrust, Bengkulu Fokus pada Peringatan Dini dan Evakuasi |
|
|---|
| Sekda Bengkulu Minta Maaf, RSUD M Yunus Layani Tambahan 90 Pasien Cuci Darah yang Sempat Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Rapat-mbg-lahan-sppg.jpg)