Berita Bengkulu
Puluhan Wali Murid Padati Dikbud Bengkulu, DPRD Minta Pendaftaran SPMB Diperpanjang
Puluhan wali murid memadati Dikbud Bengkulu akibat kendala SPMB online, DPRD minta pendaftaran diperpanjang.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- DPRD Bengkulu meminta masa pendaftaran SPMB 2026 diperpanjang.
- Puluhan wali murid memadati Dikbud Bengkulu karena kendala sistem.
- DPRD menilai gangguan terjadi akibat tingginya akses pengguna.
- Dikbud Bengkulu memperpanjang masa pendaftaran hingga 6 Juni 2026.
- Dikbud menyebut kendala login banyak disebabkan dokumen tidak sesuai.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu untuk memperpanjang masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Sebelumnya, pada Jumat 5 Juni 2026, puluhan wali murid dan calon siswa baru memadati aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.
Para wali murid mengaku terkendala untuk masuk ke dalam sistem SPMB online ini, terutama pada jalur prestasi yang membutuhkan proses kurasi dokumen dan unggah piagam penghargaan melalui sistem.
Di lokasi terlihat, puluhan calon siswa baru dan wali murid silih berganti menghadap kepanitiaan untuk menyelesaikan proses kurasi dokumen.
Terkait hal ini, Teuku Zulkarnain meminta adanya perpanjangan waktu pendaftaran lantaran masih banyak calon peserta didik yang mengalami kendala saat mengakses sistem pendaftaran daring.
Ia mengatakan, sebelumnya DPRD Bengkulu telah menyarankan agar masa pendaftaran dibuka lebih lama, terutama untuk jalur yang mengharuskan peserta melakukan login ke sistem, seperti jalur prestasi dan afirmasi.
“Sejak awal kami sudah menyarankan agar masa pendaftaran diperpanjang. Masih banyak calon siswa yang mengalami kendala saat login ke sistem pendaftaran,” kata Teuku saat dihubungi TribunBengkulu.com di Bengkulu, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, gangguan akses dapat terjadi karena tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan jaringan melambat hingga menghambat proses pendaftaran.
“Puluhan ribu pengguna mengakses sistem dalam waktu yang hampir bersamaan. Tentu ada kemungkinan sistem menjadi lambat atau mengalami gangguan,” ujarnya.
Karena itu, DPRD Bengkulu berharap Dikbud Provinsi Bengkulu dapat menambah waktu pendaftaran satu hingga dua hari agar seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi.
Teuku menegaskan, yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh calon siswa dapat menyelesaikan proses pendaftaran terlebih dahulu.
“Persoalan diterima atau tidak nantinya merupakan bagian dari proses seleksi. Namun jangan sampai mereka kehilangan kesempatan hanya karena tidak bisa mengakses sistem pendaftaran,” jelasnya.
| Sampah Rumah Tangga Masih Tinggi, DLH Kota Bengkulu Perkuat Peran Bank Sampah |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Bengkulu Desak Evaluasi SPPG, Soroti IPAL hingga BPJS Relawan |
|
|---|
| DPRD Bengkulu Dukung Rencana Pinjaman Rp750 Miliar Pemprov ke Bank BJB untuk Infrastruktur |
|
|---|
| Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Kota Bengkulu Ajak Warga Deteksi Penyakit Sejak Dini |
|
|---|
| Bupati Rifai Turun Tangan, Camat Seginim yang Ngamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan Terancam Dipecat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Waka-I-DPRD-Provinsi-Bengkulu-Teuku-saat-diwawancarai-soal-pupuk.jpg)