Sabtu, 2 Mei 2026

Eksploitasi Anak di Boyolali

Miris! 4 Bocah di Boyolali Sebulan Tidur di Luar Tanpa Alas dan Selimut dengan Kaki Dirantai

Empat bocah ditemukan tidur di luar rumah dengan kaki dirantai dan hanya makan singkong rebus selama sebulan di Boyolali. Polisi kini turun tangan.

Tayang:
Tribun Solo
DUGAAN BOCAH DIEKSPLOITASI - Rumah diduga pelaku yang melakukan eksploitasi anak di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin (14/7/2025). Warga digegerkan oleh temuan 4 bocah yang diduga disiksa dan dieksploitasi, Minggu (13/7/2025). Kaki mereka dirantai dan tidur di luar ruangan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Empat bocah asal Semarang dan Batang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali

Selama lebih dari sebulan, mereka tidur di luar rumah tanpa alas dan selimut, bahkan dua di antaranya dirantai di bagian kaki. 

Anak-anak ini juga hanya diberi makan singkong rebus dan diduga menjadi korban eksploitasi oleh seorang perempuan lanjut usia berinisial SP (65). 

Saat ditemukan, empat anak itu dalam kondisi ketakutan dan trauma.

Mirisnya, dua dari empat bocah itu yakni IAR dan VMR, ditemukan dalam kondisi dirantai.

Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin, mengatakan sudah sebulan terakhir keempat bocah itu tidur di luar tanpa alas dan selimut.

"Jadi kondisinya dirantai, sudah satu bulan lebih tidur di luar tanpa alas, tanpa selimut," katanya, Senin (14/7/2025), dilansir TribunSolo.com.

Tak hanya itu, selama sebulan terakhir, keempat bocah itu hanya diberi makanan singkong rebus.

"Anak-anak itu mengaku hanya diberi singkong rebus selama sebulan terakhir. Mereka tak pernah diberi nasi oleh pemilik rumah, SP," ungkapnya, Minggu (13/7/2025).

Bagus menuturkan, SAW dan IAR tinggal di rumah SP sejak setahun terakhir, sedangkan MAF dan adiknya sudah dua tahun.

Bagus mengungkapkan, keempat bocah itu dalam kondisi trauma saat ia temukan.

Anak-anak itu bahkan sempat memohon agar tidak dilaporkan ke pengasuh atau pelaku, karena takut dianiaya.

"Intinya mereka ngomong jangan bilang-bilang karena nanti dipukuli, dimarahi, dianiaya lah istilahnya. Anak-anak itu ketakutan, terus saya bilang kalau dianiaya suruh bilang ke saya, akhirnya mereka mengaku," bebernya.

Setelah mendapat pengakuan itu, pihaknya langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Ia juga meminta petugas medis untuk memeriksa kondisi empat bocah tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved