Kamis, 11 Juni 2026

Diplomat Muda Tewas

Bukan Penjaga Kos yang Dicurigai, Ahli Digital Forensik Justru Janggal dengan Lampu Sensor

Kematian Arya Daru memang masih nenjadi misteri yang memiliki teka-teki, lampu sensor jadi kejanggalan bagi ahli digital forensik.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Instagram Arya Daru/Youtube Kompas TV
KEMATIAN ARYA DARU - Ahli digital forensik justru menilai adanya kejanggalan di lampu sensor bukan penjaga kos, Rabu (16/7/2025). 

Ia tampak bertelanjang dada dan hanya mengenakan sarung. Ketika itu, lampu yang berada di pojokan kos juga menyala.

Dari analisisnya, Abimanyu meyakini, lampu di pojok kos Arya Daru menggunakan sensor gerak.

Menurutnya, ada dua model lampu sensor yang biasa digunakan, yakni listrik dan tenaga matahari.

Berdasarkan analisis itu, Abimanyu menduga lampu sensor yang digunakan di kos Arya Daru menggunakan tenaga listrik.

"Kalau yang tenaga matahari biasanya redup banget, kalau ini rada terang kayaknya pakai tenaga listrik tetapi ada sensor infrared-nya," katanya dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (16/7/2025).

"Pada saat tadi korban buang sampah, dia keluar ke depan, itu lampunya reaktif nyala kemudian mati lagi."

"Begitu pula pada saat orang itu ada yang jalan ke depan, si yang telanjang dada itu yang petugas kos ya, dia ke depan juga lampunya nyala mengikuti pergerakan dia," bebernya.

Namun, lampu mendadak mati saat pria yang membawa sapu mondar-mandir di depan kamar Arya Daru pukul 05.02 WIB.

"Pada saat orang yang pegang sapu, lampunya gak nyala. Emangnya dia hantu kok bisa dia lewat situ lampu gak nyala," ujarnya. 

Dari analisa CCTV sebelumnya, pria yang membawa sapu itu disebut adalah penjaga kos yang sebelumnya juga mondar-mandir di depan kamar Arya Daru.

Kali ini, pria itu mengenakan baju lengan panjang dengan celana pendek dan membawa sebuah sapu.

Ia juga sesekali melihat kamar Arya Daru melalui jendela. 

"Dia bisa lolos dan lampunya tidak nyala," sambungnya.

Abimanyu menegaskan, analisanya itu bukan berarti mengarahkan orang tersebut mencurigakan.

Namun, kata dia, polisi seharusnya menganalisa hal tersebut.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved