Senin, 8 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Penyebab Puluhan Pasien Cuci Darah dan Keluarga Geruduk RSUD Rejang Lebong Bengkulu

Puluhan pasien cuci darah dan sejumlah keluarga mendatangi RSUD Rejang Lebong, pada Jumat pagi (18/7/2025).

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
GERUDUK RUMAH SAKIT - Puluhan pasien cuci darah dan keluarganya mendatangi RSUD Rejang Lebong pada Jumat (18/7/2025) pagi. Para pasien dan keluarga menanyakan kejelasan terkait informasi penghentian sementara layanan cuci darah. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Puluhan pasien cuci darah dan sejumlah keluarga mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong, pada Jumat pagi (18/7/2025).

Alasannya untuk mempertanyakan kejelasan terkait pelayanan hemodialisa atau cuci darah yang mendadak dihentikan sementara sejak Kamis (17/7/2025).

Hal ini dikarenakan para pasien dan keluarganya mengaku terkejut karena tidak mendapatkan informasi yang cukup jelas dari pihak manajemen rumah sakit.

Mereka juga menerima informasi bahwa harus mencari sendiri rumah sakit rujukan untuk melanjutkan terapi cuci darah.

Padahal sebagian besar dari mereka sangat bergantung pada layanan RSUD Rejang Lebong.

“sempat panik karena kami cuma diberitahu pelayanan dihentikan, bahkan informasinya disuruh cari rumah sakit lain sendiri,makanya kami datang langsung kesini,” kata salah satu pasien, Mutia. 

Menurut Mutia, beberapa pasien memang sudah berhasil mendapat layanan di rumah sakit lain.

Namun, banyak juga yang masih kesulitan karena kamar penuh atau rumah sakit rujukan berada di luar daerah.

Oleh karena itulah, mereka langsung mendatangi pihak manajemen RSUD Rejang Lebong untuk mempertanyakan kejelasannya. 

“Sudah ada yang dapat di rumah sakit lain, tapi banyak juga yang belum. Hampir semua penuh. Kami jadi bingung harus ke mana, makanya kami datang langsung ke RSUD,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan salah satu keluarga pasien. Ia mengaku kecewa karena informasi yang disampaikan oleh pihak rumah sakit sebelumnya sangat tidak jelas.

Padahal, orangtuanya harus menjalani cuci darah secara rutin.

Menurutnya, penghentian pelayanan secara mendadak tanpa informasi membuat keluarga pasien berada dalam situasi panik.

“Bahkan kemarin kami panik, tiba-tiba saja saat sampai di rumah sakit katanya tidak buka pelayanan cuci darah, harusnya kan bisa diinformasikan dahulu," keluh salah satu keluarga pasien yang namanya enggan dimuat.

Baca juga: Indikasi Mafia Tanah, Praktisi Hukum Soroti Puluhan Sertifikat Terbit di Kawasan TNKS Rejang Lebong

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved