Berita Wilayah Bengkulu
Ekspor Bengkulu Turun Tajam, Batubara Masih Mendominasi tapi Melemah
Kinerja ekspor Provinsi Bengkulu mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Kinerja ekspor Provinsi Bengkulu mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data ekspor menurut komoditas yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, nilai total ekspor Bengkulu sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar 194,42 juta dolar AS, turun sekitar 21 persen dari capaian tahun 2023 yang mencapai 246,35 juta dolar AS.
Penurunan juga terjadi pada volume ekspor, dari 3.025.088 ton atau 3,025 juta ton pada 2023 menjadi 2.848.409 ton atau 2,848 juta ton di tahun 2024.
Penurunan Signifikan di Sektor Ekspor
Data ini menunjukkan adanya tantangan dalam sektor perdagangan luar negeri Bengkulu, khususnya dalam ekspor komoditas unggulan seperti batubara, karet, dan cangkang sawit yang selama ini menjadi penyumbang utama devisa daerah.
Secara umum, penurunan ekspor Bengkulu pada 2024 tidak hanya terjadi karena menurunnya volume, tetapi juga akibat melemahnya harga pasar global.
Ketergantungan yang tinggi pada komoditas tambang dan bahan mentah seperti batubara dan karet membuat ekonomi ekspor Bengkulu sangat rentan terhadap gejolak eksternal.
Peningkatan ekspor kayu olahan menjadi sinyal positif bahwa komoditas bernilai tambah memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu mendorong diversifikasi komoditas ekspor, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kualitas produk agar tidak hanya bergantung pada satu atau dua komoditas unggulan.
Batubara Masih Jadi Primadona, Tapi Harga Jatuh
Komoditas batubara tetap menjadi tulang punggung ekspor Bengkulu, menyumbang lebih dari 93 persen nilai ekspor tahun 2024.
Namun, meskipun volumenya hanya menurun sekitar 3,6 persen, dari 2,93 juta ton (2023) menjadi 2,83 juta ton (2024), nilai ekspornya merosot tajam sebesar 40,9 juta dolar AS, atau turun sekitar 18,4 persen.
Penurunan ini kemungkinan besar disebabkan oleh turunnya harga batubara dunia sepanjang 2024 akibat fluktuasi pasar global, pergeseran kebijakan energi, dan melemahnya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor utama seperti India dan Tiongkok.
Karet Turun, Kayu Olahan Naik Tajam
Ekspor karet, komoditas unggulan pertanian Bengkulu, juga menunjukkan penurunan dari segi volume maupun nilai.
| Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,56 Persen pada Triwulan III, BPS Sebut Harga Sawit Jadi Pendorong |
|
|---|
| BPS: Nilai Ekspor Bengkulu Naik 73,71 Persen, Tak Ada Aktivitas Impor |
|
|---|
| BPS: 4,89 Juta Perjalanan Wisata ke Bengkulu Selama Tahun 2025, Kota Paling Diminati |
|
|---|
| Inflasi Bengkulu September 2025 Capai 2,57 Persen, Tertinggi di Kabupaten Mukomuko |
|
|---|
| 3 Daerah Dengan Populasi Ternak Babi Terbesar di Provinsi Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ekspor-Bengkulu-BPS247.jpg)