Minggu, 3 Mei 2026

Berita Wilayah Bengkulu

Inflasi Bengkulu September 2025 Capai 2,57 Persen, Tertinggi di Kabupaten Mukomuko

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2025.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
UPDATE INFLASI BENGKULU - Kepala Perwakilan BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal. BPS Provinsi Bengkulu merilis perkembangan IHK September 2025. Inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,57 persen dengan IHK sebesar 108,19. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2025.

Inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,57 persen dengan IHK sebesar 108,19.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mukomuko yang mencapai 4,09 persen dengan IHK sebesar 108,45.

Sementara itu, inflasi y-on-y di Kota Bengkulu tercatat sebesar 2,08 persen dengan IHK sebesar 108,10.

"Secara month-to-month (m-to-m), tingkat inflasi Bengkulu pada September 2025 sebesar 0,97 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) sejak Januari hingga September 2025 tercatat sebesar 2,10 persen," ujar Win Rizal, Rabu (1/10/2025).

Win Rizal menjelaskan, bila dilihat dari andil inflasi year-on-year menurut kelompok pengeluaran, inflasi terbesar dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,26 persen.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,07 persen, kesehatan 0,01 persen, serta transportasi 0,03 persen.

Sebaliknya, beberapa kelompok pengeluaran mengalami deflasi, seperti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang turun 0,46 persen.

Lalu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,09 persen, serta kelompok pendidikan yang turun 0,01 persen.

Berdasarkan tren, tingkat inflasi y-on-y Provinsi Bengkulu terus meningkat sejak Juli 2025 yang sebesar 1,01 persen, kemudian 1,3 persen pada Agustus, hingga mencapai 2,57 persen pada September 2025.

"Data ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, khususnya dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau," jelas Win Rizal.

Baca juga: Kakanwil Kemenkum Bengkulu Zulhairi Serahkan 13 SK PPPK, Ingatkan soal ASN Berintegritas

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved