Kamis, 4 Juni 2026

Diplomat Muda Tewas

Dokter Forensik: Diplomat Arya Daru Meninggal Karena Mati Lemas

Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan lakban, disebabkan gangguan pertukaran oksigen.

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
Tangkapan Layar KompasTV
DIPLOMAT TEWAS - Dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr G Yoga Tohijiwa memastikan, kematian ADP tidak melibatkan pihak lain. Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat muda Kemenlu ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sebelum ditemukan meninggal dengan kepala terlilit lakban, Arya sempat terlihat membawa kantong kresek dalam rekaman CCTV. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dokter forensik akhirnya mengungkap penyebab kematian diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. 

Hasil autopsi menyatakan Arya meninggal karena mati lemas, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain. 

Temuan ini sekaligus menepis dugaan adanya unsur kriminal dalam kematian sang diplomat yang sempat menimbulkan tanda tanya besar di publik.

Polda Metro Jaya menyimpulkan kematian ADP (39), diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan lakban, disebabkan gangguan pertukaran oksigen.

Hal tersebut disampaikan dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr G Yoga Tohijiwa, Selasa (29/7/2025).

Baca juga: Bukan Dibunuh, Polisi Ungkap Pemicu Diplomat Arya Daru Tewas, Temuan Mengejutkan Tahun 2019-2022

"Sebab mati akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran atas napas yang sebabkan mati lemas," kata Yoga Tohijiwa di Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya memastikan, kematian ADP tidak melibatkan pihak lain.

"Indikator kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain," tegas Wira Satya.

Sebanyak 24 saksi telah menjalani pemeriksaan terkait kasus kematian ADP.

Enam saksi berasal dari lingkungan rumah kos ADP di Menteng, Jakarta Pusat, termasuk penjaga indekos.

Sementara satu saksi lainnya berasal dari pihak keluarga, yakni istri korban.

"Tujuh orang dari tempat lingkungan kerja, empat saksi lainnya yang berhubungan dengan korban, termasuk sopir taksi (hingga) dokter rawat jalan," kata Wira Satya.

2 Obat Ditemukan 

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap delapan organ tubuh diplomat Arya Daru Pangayunan mengungkap temuan mengejutkan. 

Tim Puslabfor Mabes Polri menemukan dua jenis obat tertentu yang terdeteksi di ginjal dan urine korban.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved