Kamis, 4 Juni 2026

Pembunuhan di Curup

Ungkap Pembunuhan Resma Reta di Curup Bengkulu, Polisi Kumpulkan Bukti Lewat Digital Forensik

Kumpulkan Alat Bukti, Polres Rejang Lebong Gunakan Digital Forensik Ungkap Kematian Resma Reta.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
KUMPULKAN BUKTI – Kanit Pidum Polres Rejang Lebong, Ipda Andhar Wicaksono, S.Tr.K. Polisi terus mengumpulkan alat bukti, termasuk melalui digital forensik, untuk mengungkap kasus pembunuhan Resma Reta. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sudah hampir dua bulan berlalu sejak jasad Resma Reta (23) ditemukan tewas di rumahnya di Curup, Kabupaten Rejang Lebong

Namun hingga kini, polisi masih kesulitan mengungkap siapa pelaku di balik pembunuhan tersebut.

Penyidik Polres Rejang Lebong kini mengandalkan digital forensik untuk menelusuri petunjuk dari ponsel dan akun media sosial milik korban.

Misteri kematian tragis Resma Reta, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, hingga kini memang masih menyisakan tanda tanya besar.

Korban yang diketahui baru saja menyelesaikan pendidikan kuliahnya itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumahnya sendiri pada 10 Juni 2025 lalu.

Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar dan menjadi perhatian publik, terutama karena belum ada satu pun tersangka yang diamankan sampai saat ini.

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong Iptu Reno Wijaya, S.E., M.H., melalui Kanit Pidum Ipda Andhar Wicaksono, S.Tr.K., menyampaikan bahwa penyelidikan terus dilakukan oleh tim kepolisian. 

Namun sejauh ini belum ada titik terang terkait identitas pelaku maupun motif pembunuhan.

“Untuk sejauh ini motifnya juga belum bisa dipastikan. Terkait permasalahan pribadi pun tidak ada fakta yang didapat, termasuk dari riwayat chat maupun email di HP korban,” sampai Ipda Andhar saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Rabu (30/7/2025) sore.

Andhar menjelaskan, pihaknya masih terus berupaya melakukan digital forensik terhadap perangkat milik korban, termasuk ponsel dan akun media sosialnya, guna mencari petunjuk baru yang bisa mengarah pada pelaku. 

Selain itu, mereka juga terus menelusuri kemungkinan motif-motif lain.

"Namun yang jelas, kita bisa pastikan ini bukan curas. Tapi untuk motif pastinya karena apa, kita belum dapat sampaikan karena masih diselidiki," lanjut Ipda Andhar.

Sayangnya, keterbatasan alat bukti menjadi tantangan utama dalam pengungkapan kasus ini. 

Salah satunya adalah minimnya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang bisa mendukung penyelidikan, serta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi kejadian.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved