Senin, 8 Juni 2026

Pembunuhan di Curup

Nama yang Dicurigai Bunuh Resma Reta di Curup Bengkulu Ternyata Punya Alibi Kuat, Polisi Buntu

Polisi pastikan nama-nama yang sempat dicurigai bunuh Resma Reta punya alibi kuat. Kasus masih buntu, bukti minim, CCTV tak jelas.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
UNGKAP KASUS - Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, Iptu Reno Wijaya saat mendampingi Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir S.I.K., dalam ungkap kasus beberapa waktu yang lalu. Polisi pastikan nama-nama yang sempat dicurigai bunuh Resma Reta punya alibi kuat. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Hampir dua bulan berlalu sejak Resma Reta (23) ditemukan tewas dengan luka tusuk di rumahnya di Curup, Rejang Lebong. 

Meski sempat mencuat beberapa nama yang dicurigai sebagai pelaku, polisi menyatakan mereka telah memiliki alibi kuat dan tereliminasi dari penyelidikan. 

Minimnya bukti dan rekaman CCTV yang tak jelas membuat proses pengungkapan kasus ini masih menemui jalan buntu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, hingga kini proses penyelidikan beralih menggunakan metode digital forensik.

Hal itu dilakukan karena polisi kesulitan mengumpulkan bukti yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak merekam secara jelas sosok yang dicurigai.

Begitu pula dengan keterangan para saksi di sekitar lokasi yang belum memberikan petunjuk berarti bagi penyidik.

Sebelumnya, beberapa nama sempat dicurigai sebagai pelaku.

Namun, karena memiliki alibi yang kuat saat kejadian berlangsung, nama-nama tersebut tereliminasi dari daftar calon pelaku.

Beberapa di antaranya bahkan memiliki bukti pendukung yang menguatkan alibinya.

Alibi merupakan bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian.

Kondisi ini membuat polisi harus bekerja lebih ekstra dalam proses penyelidikan.

Di sisi lain, tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dalam kondisi tercemar sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Akibatnya, tidak ditemukan sidik jari maupun barang bukti lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelaku.

EVAKUASI KORBAN - Mareta (23) tewas bersimbah darah di rumahnya di RL Bengkulu. Teman korban sempat dengar teriakan saat Mareta telponan sebelum ditemukan tewas.
EVAKUASI KORBAN - Mareta (23) tewas bersimbah darah di rumahnya di RL Bengkulu. Teman korban sempat dengar teriakan saat Mareta telponan sebelum ditemukan tewas. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved