Berita Wilayah Bengkulu
1,2 Miliar kWh Terjual! Konsumsi Listrik di Bengkulu Tumbuh 5,2 Persen
PT. PLN (Persero) mencatatkan peningkatan signifikan dalam penjualan listrik di Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2024.
TRIBUNBENGKULU.COM – PT. PLN (Persero) mencatatkan peningkatan signifikan dalam penjualan listrik di Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, total listrik yang terjual pada tahun 2024 mencapai 1.215.684.605 kWh, meningkat sekitar 59,7 juta kWh atau 5,2 persen dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar 1.155.973.282 kWh.
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat dan sektor usaha di berbagai wilayah cabang/ranting PLN di Bengkulu.
Wilayah dengan Kenaikan Tertinggi
Sepanjang tahun 2024, hampir seluruh cabang dan ranting PLN di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan konsumsi listrik, mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi di berbagai sektor.
Data resmi BPS Provinsi Bengkulu bersumber dari PT. PLN (Persero), menunjukan tren pertumbuhan listrik terjual menunjukkan lonjakan yang cukup merata, dengan beberapa wilayah mencatatkan kenaikan signifikan baik secara volume maupun persentase.
Wilayah Nusa Indah tercatat sebagai penyumbang konsumsi listrik terbesar, dengan volume listrik terjual mencapai 301,3 juta kWh, naik sebesar 22,5 juta kWh atau 8,08 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, Teluk Segara menyusul dengan kenaikan sebesar 11,5 juta kWh, atau tumbuh 6,99 persen dibandingkan tahun 2023.
Kenaikan tertinggi secara persentase terjadi di Tais, yang mencatatkan pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 8,79 persen, dari 79 juta kWh pada 2023 menjadi 86 juta kWh di 2024.
Peningkatan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh pertumbuhan pelanggan rumah tangga dan usaha mikro kecil di wilayah tersebut.
Selain itu, wilayah seperti Manna dan Mukomuko juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan, masing-masing meningkat 6,30 persen dan 4,77 persen.
Kenaikan ini mencerminkan perluasan jaringan distribusi serta peningkatan permintaan listrik di wilayah-wilayah pinggiran.
Sementara itu, satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan adalah Bintuhan, yang mencatat penurunan konsumsi sebesar 554.734 kWh atau -0,81 persen.
Penurunan ini menjadi catatan tersendiri di tengah tren positif di wilayah lain, dan dapat menjadi indikator adanya perubahan pola konsumsi atau efisiensi penggunaan energi di daerah tersebut.
Adapun wilayah seperti Curup, Kepahiang, Muara Aman, dan Argamakmur menunjukkan pertumbuhan moderat, dengan peningkatan antara 0,5 persen hingga 4,5 persen.
| Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,56 Persen pada Triwulan III, BPS Sebut Harga Sawit Jadi Pendorong |
|
|---|
| BPS: Nilai Ekspor Bengkulu Naik 73,71 Persen, Tak Ada Aktivitas Impor |
|
|---|
| BPS: 4,89 Juta Perjalanan Wisata ke Bengkulu Selama Tahun 2025, Kota Paling Diminati |
|
|---|
| Inflasi Bengkulu September 2025 Capai 2,57 Persen, Tertinggi di Kabupaten Mukomuko |
|
|---|
| 3 Daerah Dengan Populasi Ternak Babi Terbesar di Provinsi Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/PLN108.jpg)