Berita Viral

Pantas Dedi Mulyadi Tegur Keras Bupati Sukabumi, Raya Balita Tewas karena Cacingan Parah

Raya balita usia 4 tahun meninggal dunia setelah berjuang melawan infeksi parah akibat Ascariasis, atau penyakit cacingan.

Editor: Yunike Karolina
Kolase/Tribunnews.com
RAYA TEWAS CACINGAN - Seorang balita bernama Raya meninggal dunia setelah berjuang melawan infeksi parah akibat Ascariasis, atau penyakit cacingan yang disebabkan oleh parasit Ascaris lumbricoides. Dedi Mulyadi tegur keras Bupati Sukabumi. 

"Kedua orang tuanya memiliki keterbelakangan mental, sehingga daya asuh terhadap anaknya kurang, tidak tahu persis bagaimana kondisi anaknya," kata Wardi kepada awak media di RSUD Sekawan Cibadak, Selasa (19/8/2025), dikutip dari Tribun Jabar.

Di sisi lain, Wardi mengatakan Raya juga memiliki gaya hidup yang tidak sehat karena bermain di bawah kolong rumah bersama ayam.

Kendati demikian, dia menuturkan sanak saudaranya kerap menjaga Raya dan kakaknya yang masih berusia 7 tahun.

Wardi mengaku kerap mengontrol kondisi keluarga Raya dan memberi sedikit rezeki untuk mereka.

"Iya sering kita kontrol, kalau ada rezeki juga sedikit kita suka kasih, kan orang tuanya enggak bisa kerja juga," jelasnya.

"Tapi yang namanya penyakit juga kan kita enggak tahu, untuk Raya dan kakaknya ini tidak seperti ortunya (yang mengalami keterbelakangan mental)," sambungnya.

Sebelum meninggal dunia, Raya disebut oleh Wardi sempat diduga mengalami penyakit paru-paru.

Namun, akibat keluarga tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dan BPJS Kesehatan, maka pengobatan terhadap Raya menjadi terkendala.

"Dia punya penyakit demam kemudian diperiksa ke klinik puskesmas terdekat, ternyata dia punya penyakit paru. Udah gitu (keluarga) dia gak punya KK KTP sama sekali, desa tidak urus Alhamdulillah," tutur Wardi Sutandi.

Wardi menuturkan pihak desa hanya mengetahui Raya dijemput oleh yayasan sosial memakai ambulans.

"Cuman setelah penyakitnya makin parah, kemudian ada salah satu keluarga yang kenal dengan rumah teduh (filantropi) laporan, langsung dijemput pakai ambulans," ungkap Wardi.

"Pemerintah desa sudah tahunya sampai situ. Tapi sebelum dibawa (rumah teduh), Raya ini sering keluar masuk klinik dan Puskesmas," jelas dia.

Setelah kabar mengenai penyakit parah Raya menyebar, ia dirawat selama sekitar sembilan hari dengan bantuan filantropi tersebut. 

Nahas, Raya dikabarkan meninggal dunia pada akhir 22 Juli 2025.

"(Raya dikabarkan meninggal) saya kumpul, dan mayat tersebut datang. Dikuburkan malam hari," jelas Wardi.

 

Artikel ini sebagian telah tayang di Tribunnews.com

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved