Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

Aksi Anarkis Warga Keroyok Wartawan di Serang Membabi Buta, Imbas Liputan Penyegelan Pabrik

Aksi anarkis warga keroyok sejumlah wartawan di daerah Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/8/2025).

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBanten.com
WARGA KEROYOK WARTAWAN - Tangkapan layar detik-detik warga keroyok sejumlah wartawan di Serang saat liputan penyegelan pabrik, Kamis 21 Agus 2025. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Aksi anarkis warga keroyok sejumlah wartawan di daerah Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/8/2025).

Sejumlah wartawan itu mendapat tindakan pemukulan yang membabi buta oleh warga alias anggota organisasi masyarakat (ormas). 

Alasan sejumlah wartawan tersebut dikeroyok karenamelakukan tugas peliputan di salah satu pabrik PT Genesis Regeneration Smelting. 

Adapun sejumlah wartawan yang dikeroyok terdiri dari wartawan TribunBanten.com, Detik.com, AntaraBanten, Jawa Pos, SCTV, dan beberapa wartawan lainnya.

Tindakan anarkis ini pun langsung dibenarkan oleh salah satu wartawan nasional, Iqbal yang berada di lokasi kejadian.

"Betul, kejadiannya tadi pas kita liputan penyegelan pabrik di Jawilan," ujarnya kepada TribunBanten.com via sambungan telepon, Kamis.

Iqbal menyebut, peristiwa terjadi pada saat wartawan selesai wawancara pihak Kementrian Lingkungan Hidup.

Pada saat wartawan hendak pergi meninggalkan lokasi, secara tiba-tiba dipanggil oleh security pabrik dan sejumlah ormas yang berada di lokasi.

"Tiba-tiba kita diserang, pas kita mau balik anak-anak pada dihajar," Ucapnya.

Dari sejumlah wartawan yang menjadi korban, satu di antaranya Rifki yang diketahui merupakan wartawan TribunBanten.com.

Saat ini Rifki, tengah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan.

Sementara itu, salah satu wartawan TV, Hendi menyebut bahwa insiden itu bermula saat mereka mendapat undangan liputan ke pabrik tersebut.

Keributan itu muncul ketika saat wartawan hendak mengambil gambar kemudian ada pelarangan dari security pabrik.

"Awalnya kita datang ke situ, dihalangi oknum diduga Brimob. Kita sempet bersitegang, bahkan sempat cekcok," katanya.

Namun pada saat rombongan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) datang ke lokasi, para wartawan baru bisa melakukan peliputan di pabrik tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved