Jumat, 5 Juni 2026

Ambulans Gratis di Bengkulu

Perbedaan Fasilitas Ambulans Gratis RSUD M Yunus Bengkulu dan Ambulans Desa

Direktur Utama RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu, Herry Permana, menjelaskan perbedaan fasilitas antara ambulans rumah sakit

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
DIRUT RSUD M YUNUS - Direktur Utama RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu, Herry Permana. Ia menjelaskan perbedaan fasilitas antara ambulans rumah sakit dan ambulans desa. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Direktur Utama RSUD M Yunus (RSMY) Bengkulu, Herry Permana, menjelaskan fasilitas ambulans sebagai bagian dari implementasi program ambulans gratis yang digagas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Mian.

Selain ambulans rumah sakit, Bengkulu juga memiliki program ambulans desa yang saat ini mulai beroperasi di sejumlah wilayah.

Menurut Herry, fungsi dan perlengkapan kedua jenis ambulans tersebut memiliki perbedaan mendasar.

"Fasilitas di dalamnya itu beda banget. Kalau di dalam ambulans rumah sakit, itu kebutuhannya untuk emergensi benar, seperti alat untuk resusitasi jantung, terus oksigennya juga lengkap," ujar Herry, Sabtu (23/8/2025).

Ia menambahkan, ambulans rumah sakit bahkan dilengkapi dengan peralatan medis penunjang tindakan darurat, termasuk perlengkapan operasi jika diperlukan selama perjalanan.

Sementara itu, ambulans desa lebih difungsikan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan transportasi menuju rumah sakit.

"Kadang-kadang di dalam mobil ambulans rumah sakit itu ada alat untuk operasi juga. Kalau yang diberikan oleh pemerintah untuk di desa itu sekadar untuk membantu masyarakat yang tidak punya kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi di situ juga ada oksigennya," jelas Herry.

Sebelum beroperasi, kata Herry, sopir maupun petugas ambulans desa terlebih dahulu diberikan pelatihan oleh tenaga kesehatan.

Pelatihan tersebut mencakup tata cara penggunaan oksigen dan prosedur dasar dalam pengoperasian ambulans.

"Makanya mereka telah dilatih dulu dengan pak dari rombongan tenaga kesehatan, dilatih gimana cara menggunakan ambulans. Mungkin sementara ini penggunaan mobil ambulans itu," ujarnya.

Herry menegaskan, baik ambulans rumah sakit maupun ambulans desa memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Ambulans rumah sakit lebih difokuskan pada penanganan medis darurat, sedangkan ambulans desa berfungsi mendukung akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Diketahui, pada 16 Agustus 2025 lalu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Mian telah meluncurkan 130 Ambulans Gratis untuk desa.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu juga telah menyiapkan ambulans gratis di rumah sakit, yakni di RSUD M Yunus (RSMY) dan Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu.

Program Ambulans Bantu Rakyat yang diluncurkan Pemprov Bengkulu ini ditujukan untuk merealisasikan Program Prioritas Bantu Rakyat di Bengkulu.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved