Sabtu, 18 April 2026

Berita Bengkulu

RS Ummi Bengkulu Gelar Seminar Nasional Deteksi Dini dan Penanganan Anak Sumbing

Seminar Nasional bertajuk Merdeka dari Sumbing hadir di Kota Bengkulu, Sabtu (23/8/2025). Dengan menghadirkan sejumlah pakar medis,

|
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Ricky Jenihansen
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
SEMINAR NASIONAL - Seminar Nasional bertajuk Merdeka dari Sumbing hadir di Kota Bengkulu, Sabtu (23/8/2025). Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar medis. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - RS Ummi Bengkulu bekerja sama dengan Smile Train menggelar seminar Nasional bertajuk Merdeka dari Sumbing pada Sabtu (23/8/2025) di Two K Azana Style Hotel Bengkulu.

Dengan menghadirkan sejumlah pakar medis, yang menekankan pentingnya deteksi dini dan kolaborasi lintas profesi dalam penanganan anak dengan bibir sumbing.

Pakar medis dr. Yudho Daruno Sp.OG (K) menjelaskan, kondisi sumbing dapat diketahui sejak masa kehamilan, khususnya memasuki trimester kedua.

Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar keluarga bisa menyiapkan mental sekaligus memahami bahwa kondisi tersebut dapat ditangani melalui operasi.

"Setelah usia kandungan 12 sampai 15 minggu ke atas, bisa dideteksi. Kita sampaikan ke pasien dan keluarganya bahwa ini bisa disembuhkan, bisa dioperasi. Jadi mereka perlu disiapkan mentalnya," kata dr. Yudho.

Dijelaskannya, faktor penyebab sumbing dapat berasal dari genetik maupun eksternal, seperti penggunaan obat-obatan hingga paparan asap rokok.

Karena itu, edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat menghindari faktor risiko.

Kemudian dalam penanganannya, menurut dr. Yudho, tidak bisa dilakukan hanya oleh satu profesi saja. 

"Bedah plastik tidak bisa kerja sendiri, harus bersama dokter lain, perawat, hingga dukungan komunitas. Semuanya saling terkait," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Smile Train, Desi, mengungkapkan alasan Bengkulu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan seminar nasional.

Menurutnya, mitra di Bengkulu, khususnya Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu, sudah siap dengan tenaga medis yang berpengalaman dan fasilitas yang mendukung penanganan pasien sumbing.

"Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu sudah paham alur penanganan yang tepat. Dari deteksi dini, persiapan mental, operasi hingga perawatan pasca operasi bisa dilakukan di sini. Semua biaya juga dibantu oleh Smile Train bersama mitranya," jelas Desi.

Desi berharap, seminar ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar anak-anak dengan sumbing tidak lagi merasa minder.

"Kami ingin masyarakat tahu bahwa akses penanganan sumbing bisa didapatkan dengan mudah, tanpa biaya, dan menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved