Kamis, 4 Juni 2026

SMAN 5 Bengkulu Keluarkan Siswa

Kisruh 72 Siswa DO dari SMAN 5 Kota Bengkulu Berlanjut, Ombudsman Periksa 2 Operator Sekolah

Kisruh 72 siswa DO atau Drop Out dari SMA Negeri 5 Kota Bengkulu memasuki babak baru.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
KISRUH SISWA DO - Penampakan gedung SMAN 5 Kota Bengkulu. Kisruh 72 siswa DO atau Drop Out dari SMA Negeri 5 Kota Bengkulu memasuki babak baru, dua operator sekolah diperiksa Ombudsman. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kisruh 72 siswa DO atau Drop Out dari SMA Negeri 5 Kota Bengkulu memasuki babak baru.

Dua operator sekolah diperiksa oleh Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu

Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Jaka Andhika, SH. MH. C.LA menjelaskan, pemeriksaan terhadap 2 operator ini berlangsung hingga 4 jam lamanya.

Hal ini guna menemukan duduk perkara atas kasus 72 siswa yang sebelumnya dikeluarkan atau Drop Out (DO) meski sudah sebulan mengikuti kegiatan belajar.

Adapun dua orang yang diperiksa itu adalah operator Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Kita laksanakan dari jam 2 siang sampai 6 sore, Alhamdulillah berjalan lancar dan kami telah menadapat penjelasan serta data dokumen terkait SPMB SMA 5 oleh Operator Dapodik dan Operator Sekolah, saat ini data dokumen tersebut masih dalam analisis oleh tim pemeriksa," ungkap Jaka.

Selain pihak sekolah, Ombudsman Bengkulu juga telah memintai klarifikasi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu atas persoalan siswa DO ini, pada Jumat (22/8/2025).

"Kemudian kami masih akan memanggil kepala sekolah dan Ketua Panitia SPMB SMA 5, dan penjelasan serta data dokumen dari keduanya akan disingkronkan," papar Jaka. 

Jaka menjelaskan, upaya ini guna mendalami serta meminta keterangan dari ketua panitia dan kepala sekolah. Sehingga data dan dokumen yang didapat, bisa komprehensif.

Untuk fokus utama klarifikasi ini meliputi termasuk tentang jalur afirmasi 98 siswa dari jalur afirmasi tidak diumumkan. 

"Kami masih akan memintai klarifikasi dari pihak terkait, juga untuk sinkronisasi lebih jauh," kata Jaka. 

HEARING DPRD - Puluhan wali murid siswa SMA Negeri 5 yang sudah belajar sebulan namun mendadak diberhentikan sekolah menemui DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (21/8/2025).
HEARING DPRD - Puluhan wali murid siswa SMA Negeri 5 yang sudah belajar sebulan namun mendadak diberhentikan sekolah menemui DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (21/8/2025). (KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)

Siswa Sering Menangis hingga Sakit

Sejumlah orang tua siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu tak kuasa menahan tangis saat menceritakan nasib anak-anak mereka yang tiba-tiba dinyatakan tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Diketahui, terdapat 72 siswa SMAN 5 Kota Bengkulu yang sebelumnya telah diterima melalui jalur SPMB, melakukan daftar ulang, mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan belajar selama sebulan penuh. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved