Penikaman di Mukomuko
Wawancara Eksklusif Korban Penikaman di Acara HUT ke-80 RI di Mukomuko Bengkulu
Sopir sawit di Mukomuko ditusuk saat melerai ribut HUT RI. Selamat dari luka di dada, ia berharap kejadian tak terulang.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO – Akhirudin Harahap masih beristirahat di rumahnya setelah mengalami peristiwa penikaman di tengah kemeriahan peringatan HUT ke-80 RI di PT Agromuko Tanah Rekah Estate, Mukomuko, Bengkulu.
Peristiwa penikaman tersebut terjadi pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan PT Agromuko Tanah Rekah Estate.
Pemuda berusia 28 tahun ini masih mengajukan izin tidak masuk kerja sebagai sopir pengantar tandan buah segar (TBS) sawit dari ramp ke pabrik, lantaran menderita luka tusuk sedalam 2 sentimeter.
Dalam wawancara eksklusif bersama TribunBengkulu.com, Akhirudin yang akrab disapa Asep menceritakan awal mula dirinya mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.
Berikut petikan wawancara bersama Akhirudin Harahap.
Bisa diceritakan awal mula Anda hadir di acara HUT ke-80 RI di kawasan PT Agromuko Tanah Rekah Estate?
Akhirudin menceritakan awal mula sebelum kejadian penikaman yang dilakukan oleh HE (28), warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, Bengkulu.
Seperti biasa, ia pulang dari ramp sawit di Desa Pondok Kopi, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko.
“Waktu itu baru pulang kerja dari Ramp di Pondok Kopi, disuruh bos mengantar undangan pernikahan ke PT Agromuko Tanah Rekah Estate,” ungkap Akhirudin Harahap saat ditemui TribunBengkulu.com, Selasa (26/8/2025) pukul 11.44 WIB.
Setibanya di lokasi, Akhirudin melihat karyawan PT Agromuko Tanah Rekah Estate sedang menggelar pembagian hadiah utama lomba HUT ke-80 RI.
Ia kemudian bertemu seorang teman yang sedang duduk di sekitar balai karyawan.
Saat itu, ia dan beberapa temannya asyik mengobrol.
Tak lama berselang, datang seorang teman lain dalam keadaan mabuk menghampiri tempat mereka berkumpul.
“Teman ini datang dalam keadaan mabuk ke tempat kami nongkrong,” tutur Akhirudin.
Awalnya, ia tidak merasa khawatir. Namun, tak lama kemudian, seorang pria yang tidak ia kenal datang untuk menjemput temannya yang mabuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/penikaman-mukomuko242325.jpg)