Diplomat Muda Tewas

Fakta Baru Terungkap! TNI Siap Turun Tangan Usut Kematian Arya Daru Jika Presiden Lakukan Ini

Ayah Arya Daru Pangayunan, Subaryono secara terbuka meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut misteri kematian sang anak.

Editor: Yunike Karolina
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
KEMATIAN ARYA DARU - Kolase foto Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyatakan TNI siap membantu pengusutan kematian Arya Daru Pangayunan jika ada instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto (kiri), Arya Daru semasa hidup (kanan). TNI membuka peluang untuk membantu keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri almarhum Arya Daru Pangayunan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Fakta baru terungkap, TNI siap turun tangan usut kematian Arya Daru Pangayunan jika ada instruksi presiden.

Ayah Arya Daru Pangayunan, Subaryono secara terbuka meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk mengingstruksikan Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Luar Negeri agar mengusut misteri kematian sang anak.

Arya Daru ditemukan tewas di kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil No. 22, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 8 Juli 2025 sekitar pukul 08.10 WIB.

Pada saat ditemukan kepala terlilit lakban kuning, wajah dibungkus plastik. Dia dimakamkan satu hari kemudian.

Keluarga menolak kesimpulan polisi yang menyatakan Arya Daru meninggal tanpa keterlibatan orang lain dan bukan karena tindak pidana.

Arya Daru diketahui sedang berbahagia dan mempersiapkan penugasan ke Finlandia, termasuk membeli tiket dan merancang keberangkatan bersama keluarga.

Permintaan keluarga menunjukkan harapan agar institusi negara, termasuk TNI sebagai bagian dari sistem pertahanan dan keamanan, turut berperan dalam upaya mencari keadilan atas kematian Arya Daru.

Baca juga: Klarifikasi Istri Arya Daru: Bantah Geser CCTV, Siap Bongkar Kejanggalan

Kuasa hukum keluarga menyebut ada indikasi bahwa kematian Arya Daru dilakukan oleh pihak yang profesional dalam menghilangkan nyawa seseorang. 

Keluarga meyakini Arya tidak mungkin bunuh diri, mengingat kondisi mental dan rencana masa depannya yang matang.

TNI dianggap sebagai institusi netral dan memiliki perangkat investigasi yang spesifik, sehingga bisa membantu mengungkap misteri kematian.

Meski Arya adalah warga sipil, keluarga percaya TNI bisa memperkuat kinerja kepolisian dalam penyelidikan.

Subaryono, yang berusia 71 tahun, mengaku terpukul dan tak berdaya menghadapi derasnya informasi dan spekulasi publik.

Istri Subaryono (ibu Arya) juga dalam kondisi pemulihan pasca operasi kanker usus, membuat keluarga semakin rentan.

"Dia adalah sosok yang bertanggung jawab kepada keluarga, orang tua, masyarakat dan tentu saja tempat dia bekerja. Jadi kami mohon Bapak Presiden untuk segera bisa menginstruksikan bapak-bapak yang kami sebut tadi," tutur Subaryono.

Subaryono memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar menginstruksikan Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Luar Negeri untuk mengusut kasus ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved