Polemik Golkar Kota Bengkulu
Kader Golkar Bengkulu Demo, Tolak Penunjukan Plt dan Pembekuan Pengurus
Puluhan kader Golkar Kota Bengkulu protes pembekuan pengurus lama dan penunjukan Plt yang dinilai sepihak.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Rita Lismini
Ringkasan Berita:
- Kader Partai Golkar Bengkulu demo di kantor DPD provinsi.
- Aksi dipicu pembekuan pengurus lama dan penunjukan Plt.
- Massa nilai keputusan sepihak dan tak transparan.
- Pengurus lama duga ada skenario calon tunggal Musda.
- DPD provinsi sebut penunjukan Plt sudah sesuai prosedur.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Puluhan kader Partai Golkar Kota Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Kamis (23/4/2026).
Diketahui, aksi ini dipicu oleh keputusan pembekuan kepengurusan lama yang sebelumnya dipimpin Patriana Sosialinda, serta penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Sauri Oegan.
Puluhan kader ini tampak menggunakan pakaian berwarna kuning, serta membawa sepanduk yang berisikan tuntutan.
Dalam orasinya, massa aksi menilai langkah tersebut dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi dengan pengurus lama.
“Kami menjalankan amanah dari DPP dan DPD, tapi justru dibekukan. Penunjukan Plt ini kami anggap tindakan otoriter,” ujar salah satu orator di depan Kantor DPD Golkar Provinsi Bengkulu, Jalan Asahan, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu, Kamis (23/4/2026).
Wakil Ketua Partai Golkar Kota Bengkulu dari kepengurusan lama, Yudi Darmawansyah, menyampaikan keberatan atas proses yang dinilai tidak transparan dan akuntabel.
Menurutnya, Surat Keputusan (SK) penunjukan Plt hanya disampaikan melalui pesan WhatsApp tanpa adanya konfirmasi resmi.
“Kami tidak pernah menerima secara langsung. Kami minta ditunjukkan dokumen fisiknya,” kata Yudi.
Ia juga mempertanyakan alasan pembekuan yang hanya terjadi di Kota Bengkulu, sementara sejumlah DPD II di kabupaten lain yang masa jabatannya telah habis tidak mendapat perlakuan serupa.
Yudi menduga, langkah tersebut berkaitan dengan upaya meloloskan calon tunggal dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bengkulu.
Ia mengungkapkan, panitia sebelumnya telah mempersiapkan Musda pada 19 Februari 2026, namun mendadak ditunda oleh pengurus DPD provinsi pada tengah malam.
“Persiapan sudah 100 persen, tapi tiba-tiba ditunda. Kami melihat ada indikasi untuk memuluskan calon tunggal,” tegas Yudi.
Atas polemik tersebut, pihaknya mengaku telah melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Partai Golkar.
Aksi unjuk rasa berlangsung singkat, sekitar 10 menit, sebelum massa membubarkan diri secara tertib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Puluhan-Kader-Golkar-di-Bengkulu-unjuk-rasa.jpg)